Home > KB > Metode Suhu Basal Tubuh (Basal Body Temperature Method)

Metode Suhu Basal Tubuh (Basal Body Temperature Method)

Mar 27, 2010 4 Comments by lusa

Suhu tubuh basal adalah suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan istirahat (tidur). Pengukuran suhu basal dilakukan pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya.

Tujuan pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur/ovulasi. Suhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer basal. Termometer basal ini dapat digunakan secara oral, per vagina, atau melalui dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit.

Suhu normal tubuh sekitar 35,5-36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi, suhu akan turun terlebih dahulu dan naik menjadi 37-38 derajat kemudian tidak akan kembali pada suhu 35 derajat Celcius. Pada saat itulah terjadi masa subur/ovulasi.

Kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terjadi sekitar 3-4 hari, kemudian akan turun kembali sekitar 2 derajat dan akhirnya kembali pada suhu tubuh normal sebelum menstruasi. Hal ini terjadi karena produksi progesteron menurun.

Apabila grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu tubuh, kemungkinan tidak terjadi masa subur/ovulasi sehingga tidak terjadi kenaikan suhu tubuh. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya korpus luteum yang memproduksi progesteron. Begitu sebaliknya, jika terjadi kenaikan suhu tubuh dan terus berlangsung setelah masa subur/ovulasi kemungkinan terjadi kehamilan. Karena, bila sel telur/ovum berhasil dibuahi, maka korpus luteum akan terus memproduksi hormon progesteron. Akibatnya suhu tubuh tetap tinggi.

Manfaat
Metode suhu basal tubuh dapat bermanfaat sebagai konsepsi maupun kontrasepsi.

Manfaat konsepsi
Metode suhu basal tubuh berguna bagi pasangan yang menginginkan kehamilan.

Manfaat kontrasepsi
Metode suhu basal tubuh berguna bagi pasangan yang menginginkan menghindari atau mencegah kehamilan.

Efektifitas
Metode suhu basal tubuh akan efektif bila dilakukan dengan benar dan konsisten. Suhu tubuh basal dipantau dan dicatat selama beberapa bulan berturut-turut dan dianggap akurat bila terdeteksi pada saat ovulasi. Tingkat keefektian metode suhu tubuh basal sekitar 80 persen atau 20-30 kehamilan per 100 wanita per tahun. Secara teoritis angka kegagalannya adalah 15 kehamilan per 100 wanita per tahun. Metode suhu basal tubuh akan jauh lebih efektif apabila dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain seperti kondom, spermisida ataupun metode kalender atau pantang berkala (calender method or periodic abstinence).

Faktor yang Mempengaruhi Keandalan Metode Suhu Basal Tubuh
Adapun faktor yang mempengaruhi keandalan metode suhu basal tubuh antara lain:

  1. Penyakit.
  2. Gangguan tidur.
  3. Merokok dan atau minum alkohol.
  4. Penggunaan obat-obatan ataupun narkoba.
  5. Stres.
  6. Penggunaan selimut elektrik.

Keuntungan
Keuntungan dari penggunaan metode suhu basal tubuh antara lain:

  1. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada pasangan suami istri tentang masa subur/ovulasi.
  2. Membantu wanita yang mengalami siklus haid tidak teratur mendeteksi masa subur/ovulasi.
  3. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi ataupun meningkatkan kesempatan untuk hamil.
  4. Membantu menunjukkan perubahan tubuh lain pada saat mengalami masa subur/ovulasi seperti perubahan lendir serviks.
  5. Metode suhu basal tubuh yang mengendalikan adalah wanita itu sendiri.

Keterbatasan
Sebagai metode KBA, suhu basal tubuh memiliki keterbatasan sebagai berikut:

  1. Membutuhkan motivasi dari pasangan suami istri.
  2. Memerlukan konseling dan KIE dari tenaga medis.
  3. Suhu tubuh basal dapat dipengaruhi oleh penyakit, gangguan tidur, merokok, alkohol, stres, penggunaan narkoba maupun selimut elektrik.
  4. Pengukuran suhu tubuh harus dilakukan pada waktu yang sama.
  5. Tidak mendeteksi awal masa subur.
  6. Membutuhkan masa pantang yang lama.

Petunjuk Bagi Pengguna Metode Suhu Basal Tubuh
Aturan perubahan suhu/temperatur adalah sebagai berikut:

  1. Suhu diukur pada waktu yang hampir sama setiap pagi (sebelum bangun dari tempat tidur).
  2. Catat suhu ibu pada kartu yang telah tersedia.
  3. Gunakan catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama dari siklus haid untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang “normal dan rendah” dalam pola tertentu tanpa kondisi-kondisi di luar normal atau biasanya.
  4. Abaikan setiap suhu tinggi yang disebabkan oleh demam atau gangguan lain.
  5. Tarik garis pada 0,05 derajat celcius – 0,1 derajat celcius di atas suhu tertinggi dari suhu 10 hari tersebut. Garis ini disebut garis pelindung (cover line) atau garis suhu.
  6. Periode tak subur mulai pada sore hari setelah hari ketiga berturut-turut suhu tubuh berada di atas garis pelindung/suhu basal.
  7. Hari pantang senggama dilakukan sejak hari pertama haid hingga sore ketiga kenaikan secara berurutan suhu basal tubuh (setelah masuk periode masa tak subur).
  8. Masa pantang untuk senggama pada metode suhu basal tubuh labih panjang dari metode ovulasi billings.
  9. Perhatikan kondisi lendir subur dan tak subur yang dapat diamati.

Catatan:

  1. Jika salah satu dari 3 suhu berada di bawah garis pelindung (cover line) selama perhitungan 3 hari. Kemungkinan tanda ovulasi belum terjadi. Untuk menghindari kehamilan tunggu sampai 3 hari berturut-turut suhu tercatat di atas garis pelindung sebelum memulai senggama.
  2. Bila periode tak subur telah terlewati maka boleh tidak meneruskan pengukuran suhu tubuh dan melakukan senggama hingga akhir siklus haid dan kemudian kembali mencatat grafik suhu basal siklus berikutnya.

Contoh. Pencatatan pengukuran suhu basal tubuh

Referensi
birth-control-comparison.info/fam.htm diunduh 25 Maret 2010, 12:09 AM.
birthcontrolsolutions.com/types/natural/basal-body-temperature.htm diunduh 25 Maret 2010, 12:15 AM.
contracept.org/nfpchart.php diunduh 25 Maret 2010, 12:10 AM.
Endriana, 2009. KB Suhu Basal. //endriana25021989.wordpress.com/2009/05/04/kb-suhgu-basal/ diunduh 25 Maret 2010, 09:26 PM.
en.wikipedia.org/wiki/Basal_body_temperature diunduh 25 Maret 2010, 12:06 AM.
epigee.org/guide/symptothermal.html diunduh 25 Maret 2010, 12:04 AM.
Erlina, 2009. Bagaimana Menghitung dan Menentukan Masa Subur. dokternasir.web.id/2009/03/bagaimana-menghitung-dan-menentukan-masa-subur.html diunduh 26 Maret 2010, 02:42 PM.
Nasir, 2009. Suhu Basal Tubuh Untuk Mengetahui Masa Subur Wanita. dokternasir.web.id/2009/03/suhu-basal-tubuh-untuk-mengetahui.html diunduh 26 Maret 2010, 02:43 PM.
Saifuddin, BA. 2008. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 13- MK 14).
scribd.com/doc/26873688/23546177-Sap-Kontrasepsi diunduh 26 Maret 2010, 12:39 AM.

Kata Kunci

suhu basal, metode suhu basal, suhu basal tubuh, kb kalender, suhu basal adalah, metode suhu basal tubuh, pengertian suhu basal, kb suhu basal, suhu tubuh basal, kontrasepsi metode kalender, arti suhu basal, metode kb suhu basal, pengertian suhu basal tubuh, suhu basal tubuh adalah, cara mengukur suhu basal tubuh, suhu basal normal, pengukuran suhu tubuh, basal adalah, temperatur basal tubuh, suhu basal tubuh ibu hamil, arti basal, basal, kb metode suhu basal, kontrasepsi suhu basal, grafik suhu basal tubuh.

KB
© LUSA.web.id   |   Share :  
lusa

About the author

Pengajar dan pendidik aktif di perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta. Selain itu, juga seorang praktisi kesehatan di Yogyakarta. Menghabiskan waktu luang berkumpul bersama keluarga (suami & anak) serta menulis di lusa.web.id.

4 Responses to “Metode Suhu Basal Tubuh (Basal Body Temperature Method)”

  1. maulidia says:

    kalau pada contoh pencatatan pengukuran suhu tubuh basal di aas berarti masa suburnya mulai tanggal berapa sampai berepa? terima kasih..

  2. Maria says:

    Pada saat ovulasi terjadi penurunan susu tubuh, apakah dapat menimbulkan semacam demam? karena saya setiap beberapa hari menjelang menstruasi, menjelang subuh saya merasakan kedinginan . ini hanya berlangsung selama 2 hari saja. terima kasih

  3. Lovezk says:

    Suhu basal apakah di pengaruhi oleh faktor genetik?

  4. syamsul huda says:

    menagapa tubuh harus menaikan suhunya terkait masa ovulasi?

Leave a Reply