Home > Ginekologi > Dismenore (Dysmenorrhea) Part 1

Dismenore (Dysmenorrhea) Part 1

Jun 02, 2010 No Comments by lusa

Sebagian besar wanita mengalami gangguan atau keluhan saat menstruasi, diantaranya nyeri saat haid. Nyeri haid dalam istilah medis disebut juga dismenore atau menstrual cramps. Dahulu, dismenore dianggap sebagai masalah psikologis wanita, tetapi sekarang merupakan kondisi medis yang nyata.

Gambar. Wanita dengan dismenore

Pengertian
Dismenore (dysmenorrhea) berasal dari bahasa Yunani. Kata dys yang berarti sulit, nyeri, abnormal; meno yang berarti bulan; dan rrhea yang berarti aliran.
Dismenore adalah kondisi medis yang terjadi sewaktu haid/menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas dan memerlukan pengobatan yang ditandai dengan nyeri atau rasa sakit di daerah perut maupun panggul.

Angka Kejadian
Angka kejadian (prevalensi) dismenore berkisar 45-95 persen (sumber: USA, November 2006). Wanita yang mengalami dismenore sampai parah dapat mencapai 15 persen.

Penyebab
Penyebab dismenore bermacam-macam, bisa karena penyakit (radang panggul), endometriosis, tumor atau kelainan uterus, selaput dara atau vagina tidak berlubang, stres atau cemas yang berlebihan. Penyebab lain dari dismenore diduga terjadinya ketidakseimbangan hormonal dan tidak ada hubungan dengan organ reproduksi.

Klasifikasi
Dismenore dapat digolongkan berdasarkan jenis nyeri dan ada tidaknya kelainan atau sebab yang dapat diamati.

Berdasarkan jenis nyeri adalah:

  1. Dismenore spasmodik.
  2. Dismenore kongestif.

Berdasarkan ada tidaknya kelainan atau sebab yang dapat diamati adalah:

  1. Dismenore primer.
  2. Dismenore sekunder.

Dismenore Berdasarkan Jenis Nyeri

Dismenore Spasmodik

Dismenore spasmodik adalah nyeri yang dirasakan di bagian bawah perut dan terjadi sebelum atau segera setelah haid dimulai. Dismenore spasmodik dapat dialami oleh wanita muda maupun wanita berusia 40 tahun ke atas. Sebagian wanita yang mengalami dismenore spasmodik, tidak dapat melakukan aktivitas.
Tanda dismenore spasmodik, antara lain:

  1. Pingsan.
  2. Mual.
  3. Muntah.
  4. Dismenore spasmodik dapat diobati atau dikurangi dengan melahirkan bayi pertama, walaupun tidak semua wanita mengalami hal tersebut.

Dismenore Kongestif

Dismenore kongestif dapat diketahui beberapa hari sebelum haid datang. Gejala yang ditimbulkan berlangsung 2 dan 3 hari sampai kurang dari 2 minggu. Pada saat haid datang, tidak terlalu menimbulkan nyeri. Bahkan setelah hari pertama haid, penderita dismenore kongestif akan merasa lebih baik.
Gejala yang ditimbulkan pada dismenore kongestif, antara lain:

  1. Pegal (pegal pada paha).
  2. Sakit pada payudara.
  3. Lelah.
  4. Mudah tersinggung.
  5. Kehilangan keseimbangan.
  6. Ceroboh.
  7. Gangguan tidur.
  8. Timbul memar di paha dan lengan atas.

Referensi
ahriku.wordpress.com/2010/02/08/dismenore/ diunduh 27 Mei 2010, 06:35 PM
en.wikipedia.org/wiki/Dysmenorrhea diunduh 27 Mei 2010, 02:32 PM
ipin4u.esmartstudent.com/haid.htm diunduh 27 Mei 2010, 02:20 PM
medicinenet.com/menstrual_cramps/article.htm diunduh 27 Mei 2010, 02:35 PM
qittun.blogspot.com/2008/11/konsep-dysmenorrhea.html diunduh 27 Mei 2010, 02:28 PM

Kata Kunci

dismenore, kelainan uterus, penyakit radang panggul, pengertian Dismenore, penyebab dismenore, dismenore adalah, dismenore sekunder, pengertian dysmenorrhea, penyebab disminore, dismenore menurut who, disminore, definisi dismenore, angka kejadian dismenore, arti kata dismenore, pengertian disminore, angka kejadian dismenore menurut who, arti kata disminore, dysmenorrhea, jurnal dismenore, jurnal tentang dismenore, dismenorhea, angka kejadian dismenore di indonesia, bahaya dismenore, arti kata desminore, definisi disminore.

Ginekologi
© LUSA.web.id   |   Share :  
lusa

About the author

Pengajar dan pendidik aktif di perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta. Selain itu, juga seorang praktisi kesehatan di Yogyakarta. Menghabiskan waktu luang berkumpul bersama keluarga (suami & anak) serta menulis di lusa.web.id.
No Responses to “Dismenore (Dysmenorrhea) Part 1”

Leave a Reply