Home > KB > Pil Kombinasi (Combination Oral Contraceptive Pill)

Pil Kombinasi (Combination Oral Contraceptive Pill)

May 11, 2010 14 Comments by lusa

Pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill adalah pil KB yang mengandung hormon estrogen dan progesteron.

Gambar. Pil kombinasi kemasan 28 pil

Pil KB kombinasi mengandung hormon aktif dan hormon tidak aktif, termasuk:

  1. Conventional Pack.
  2. Continuous Dosing Or Extended Cycle.

Conventional Pack
Paket konvensional biasanya berisi 21 pil dengan hormon aktif dan 7 pil dengan hormon tidak aktif atau 24 pil aktif dan empat pil tidak aktif. Haid terjadi setiap bulan selama seminggu ketika minum pil pada hari ke 4-7 dari pil terakhir yang tidak aktif.

Continuous Dosing or Extended Cycle
Merupakan pil kombinasi yang berisi 84 pil dengan hormon aktif dan 7 pil dengan hormon tidak aktif. Haid terjadi setiap empat kali setahun selama seminggu ketika minum pil pada hari ke 4-7 dari pil terakhir yang tidak aktif. Tersedia juga pil KB yang mengandung 28 pil dengan hormon aktif yang dapat mencegah haid.

Jenis
Jenis pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill antara lain:

  1. Monofasik.
  2. Bifasik.
  3. Trifasik.

Monofasik
Monofasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.

Bifasik
Bifasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dengan dua dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.

Trifasik
Trifasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dengan tiga dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.

Cara Kerja
Pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill mempunyai cara kerja sebagai berikut:

  1. Mencegah implantasi.
  2. Menghambat ovulasi.
  3. Mengentalkan lendir serviks.
  4. Memperlambat transportasi ovum.
  5. Menekan perkembangan telur yang telah dibuahi.

Efektifitas
Efektifitas pil kombinasi lebih dari 99 persen, apabila digunakan dengan benar dan konsisten. Ini berarti, kurang dari 1 orang dari 100 wanita yang menggunakan pil kombinasi akan hamil setiap tahunnya. Metode ini juga merupakan metode yang paling reversibel, artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam waktu 3 bulan.

Manfaat
Pil kombinasi memberikan manfaat antara lain:

  1. Resiko terhadap kesehatan kecil.
  2. Memiliki efektifitas tinggi, apabila diminum secara teratur.
  3. Tidak mengganggu hubungan seksual.
  4. Siklus haid teratur.
  5. Dapat mengurangi kejadian anemia.
  6. Dapat mengurangi ketegangan sebelum menstruasi (pre menstrual tension).
  7. Dapat digunakan dalam jangka panjang.
  8. Mudah dihentikan setiap waktu.
  9. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat.
  10. Dapat digunakan pada usia remaja sampai menopause.
  11. Membantu mengurangi kejadian kehamilan ektopik, kanker ovarium, kanker endometrium, kista ovarium, penyakit radang panggul, kelainan jinak pada payudara, dismenorea dan jerawat.

Keterbatasan
Pil kombinasi mempunyai keterbatasan antara lain:

  1. Tidak mencegah penyakit menular seksual termasuk Hepatitis B maupun HIV/AIDS.
  2. Pengguna harus minum pil setiap hari.
  3. Tidak boleh digunakan pada wanita menyusui.
  4. Mahal.
  5. Repot.

Efek Samping
Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pil kombinasi ini antara lain:

  1. Peningkatan risiko trombosis vena, emboli paru, serangan jantung, stroke dan kanker leher rahim.
  2. Peningkatan tekanan darah dan retensi cairan.
  3. Pada kasus-kasus tertentu dapat menimbulkan depresi, perubahan suasana hati dan penurunan libido.
  4. Mual (terjadi pada 3 bulan pertama).
  5. Kembung.
  6. Perdarahan bercak atau spotting (terjadi pada 3 bulan pertama).
  7. Pusing.
  8. Amenorea.
  9. Nyeri payudara.
  10. Kenaikan berat badan.

Kriteria Yang Dapat Menggunakan Pil Kombinasi
Pada prinsipnya hampir semua wanita yang ingin menggunakan pil kombinasi diperbolehkan, seperti:

  1. Wanita dalam usia reproduksi.
  2. Wanita yang telah atau belum memiki anak.
  3. Wanita yang gemuk atau kurus.
  4. Wanita setelah melahirkan dan tidak menyusui.
  5. Wanita yang menginginkan metode kontrasepsi dengan efektifitas tinggi.
  6. Wanita pasca keguguran/abortus.
  7. Wanita dengan perdarahan haid berlebihan sehingga menyebabkan anemia.
  8. Wanita dengan siklus haid tidak teratur.
  9. Wanita dengan nyeri haid hebat, riwayat kehamilan ektopik, kelainan payudara jinak.
  10. Wanita dengan diabetus melitus tanpa komplikasi pada ginjal, pembuluh darah, mata dan saraf.
  11. Wanita dengan penyakit tiroid, penyakit radang panggul, endometriosis atau tumor jinak ovarium.
  12. Wanita yang menderita tuberkulosis pasif.
  13. Wanita dengan varises vena.

Kriteria Yang Tidak Dapat Menggunakan Pil Kombinasi
Kriteria yang tidak dapat menggunakan pil kombinasi terbagi dalam:

  1. Kontra indikasi absolut.
  2. Kontra indikasi relatif.

Kontra Indikasi Absolut
Yang termasuk dalam kontra indikasi absolut antara lain: tromboplebitis atau tromboemboli, riwayat tromboplebitis atau tromboemboli, kelainan serebrovaskuler atau penyakit jantung koroner, diketahui atau diduga karsinoma mammae, diketahui atau diduga karsinoma endometrium, diketahui atau diduga neoplasma yang tergantung estrogen, perdarahan abnormal genetalia yang tidak diketahui penyebabnya, adenoma hepar, karsinoma atau tumor-tumor jinak hepar, diketahui atau diduga hamil, gangguan fungsi hati, tumor hati yang ada sebelum pemakaian pil kontrasepsi atau produk lain yang mengandung estrogen.

Kontra Indikasi Relatif
Yang termasuk dalam kontra indikasi relatif antara lain: sakit kepala (migrain), disfungsi jantung atau ginjal, diabetes gestasional atau pre diabetes, hipertensi, depresi, varises, umur lebih 35 tahun, perokok berat, fase akut mononukleosis, penyakit sickle cell, asma, kolestasis selama kehamilan, hepatitis atau mononukleosis tahun lalu, riwayat keluarga (orang tua, saudara) yang terkena penyakit reumatik yang fatal atau tidak fatal atau menderita DM sebelum usia 50 tahun, kolitis ulseratif.

Selain itu, kriteria lain yang tidak dapat menggunakan pil kombinasi adalah:

  1. Wanita yang tidak dapat disiplin minum pil setiap hari.
  2. Wanita yang dicurigai hamil atau hamil.
  3. Wanita yang menyusui secara eksklusif.

Waktu Mulai Menggunakan Pil Kombinasi
Pil kombinasi mulai digunakan pada:

  1. Hari pertama sampai hari ke tujuh siklus haid.
  2. Sewaktu mendapat haid.
  3. Setelah melahirkan (pasca keguguran, setelah 3 bulan tidak menyusui, setelah 6 bulan pemberian ASI).
  4. Saat ingin berhenti kontrasepsi hormonal jenis suntikan dan ingin ganti pil kombinasi.

Hal Khusus yang Perlu Diperhatikan dalam Penggunaan Pil Kombinasi

Di bawah ini merupakan hal atau keadaan yang memerlukan perhatian.

KeadaanSaran
Tekanan darah tinggiSistolik lebih dari 160 mmHg, diastolik lebih dari 90 mmHg.Pil tidak boleh digunakan
Anemia bulan sabitPil tidak boleh digunakan
Kencing manisTanpa komplikasiPil dapat diberikan
MigrainTanpa gejala neurologik lokal yang berhubungan dengan nyeri kepalaPil dapat diberikan
Konsumsi fenitoin, barbiturat, rifampisinPil etinilestradiol dengan dosis 50 mikrogram
TandaMasalah yang Mungkin Terjadi
Sakit kepala hebatStroke, hipertensi, migrain
Kehilangan penglihatan atau kaburStroke, hipertensi, atau masalah vaskular
Nyeri dada hebat, batuk, nafas pendekSerangan jantung atau bekuan darah dalam paru
Nyeri abdomen hebatPenyakit kandung empedu, bekuan darah, pankreatitis
Tidak terjadi perdarahan/spotting setelah selesai minum pilKemungkinan hamil
Nyeri tungkai hebat (betis atau paha)Sumbatan pembuluh darah tungkai

Efek Samping dan Penanganan
Di bawah ini merupakan penanganan dari efek samping dari penggunaan pil kombinasi.

Efek Samping

Penanganan

Amenore (tidak ada perdarahan atau spotting
  • Lakukan tes kehamilan atau periksa dalam, bila tidak hamil dan cara minum sudah benar (tidak masalah).
  • Tidak haid kemungkinan kurang adekuatnya efek estrogen terhadap endometrium (tidak perlu pengobatan).
  • Berikan pil estrogen dosis 50 mikrogram atau dosis estrogen tetap, dosis progestin dikurangi.
  • Hentikan penggunaan pil dan yakinkan pasien tidak ada efek samping pada janin, bila kemungkinan hamil.
Perdarahan pervaginam atau spotting
  • Lakukan tes kehamilan atau pemeriksaan ginekologik.
  • Sarankan minum pil yang sama.
  • Berikan penjelasan bahwa perdarahan biasa terjadi pada penggunaan 3 bulan pertama dan akan berhenti.
  • Bila perdarahan/spotting masih terjadi, berikan pil estrogen dosis tinggi (50 mikrogram) sampai perdarahan teratasi, kemudian kembali ke dosis awal.
  • Bila perdarahan berlanjut, lanjutkan pil estrogen dosis tinggi (50 mikrogram) atau sarankan dengan metode kontrasepsi lain.

Referensi
Budi, S. 2008. Pil Kontrasepsi. kuliahbidan.wordpress.com/2008/07/17/pil-kontrasepsi/ diunduh 06 Mei 2010, 12: 05 AM
contraception.about.com/od/prescriptionoptions/p/Combination.htm diunduh 23 April 2010, 01: 28 PM
mayoclinic.com/health/best-birth-control-pill/MY00996/rss=1 diunduh 23 April 2010, 11: 02 PM
medic8.com/healthguide/articles/ocp.html diunduh 21 April 2010, 01: 48 PM
patient.co.uk/health/Combined-Oral-Contraceptive-Pill.htm diunduh 21 April 2010, 01: 47 PM
Saifuddin, BA. 2008. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 28 – MK 33).

Kata Kunci

pil kombinasi, pil kb kombinasi, efek samping pil kombinasi, efek samping pil kb kombinasi, kb pil kombinasi, cara kerja pil kombinasi, monofasik, pil oral kombinasi, kontrasepsi oral kombinasi, pil kombinasi adalah, cara pemberian pil kb, manfaat pil kb kombinasi, pengertian pil kombinasi, trifasik, askeb kb pil, pil KB kombinasi 1, gambar pil kombinasi, kegunaan pil kombinasi, kegunaan pil KB kombinasi, efek samping ibu penyakit anemia bila memakai pil kombinasi, efek memakai pil kb kmbinasi, contoh pil kombinasi, cara kerja pil kb 1 kombinasi, apa penangulangan perubahan berat badan ketika memakai pil kombinasi, kb pil oral kombinasi menyebabkan spotting karena.

KB
© LUSA.web.id   |   Share :  
lusa

About the author

Pengajar dan pendidik aktif di perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta. Selain itu, juga seorang praktisi kesehatan di Yogyakarta. Menghabiskan waktu luang berkumpul bersama keluarga (suami & anak) serta menulis di lusa.web.id.

14 Responses to “Pil Kombinasi (Combination Oral Contraceptive Pill)”

  1. asuhan keperawatan says:

    terima kasih infonya….
    bs dijadikan bahan membuat KTI…
    update terus ya….

  2. Lhyy Lely says:

    Berguna banget infonya untuk presentasi ttg kontrasepsi oral :)
    thank you

  3. Nina Puji says:

    kalau penanganan dari kenaikan BB, kenaikan tekanan darh, jerawat,payudara nyeri,nyeri dada, dan depresi itu apa ya???

    terima kasih….

    • lusa says:

      Efek samping dari penggunaan pil kombinasi antara lain kenaikan berat badan, kenaikan tekanan darah, jerawat, payudara nyeri, nyeri dada dan depresi.

      Apabila efek samping dari penggunaan pil kombinasi sudah dirasa tidak wajar dan membuat pasien tidak nyaman, maka pil kombinasi dapat dihentikan dan disarankan ganti cara atau menggunakan metode kontrasepsi lain (sebaiknya yang non hormonal).

  4. UPY says:

    apa dampak yang di timbulkan jika seorang ibu hamil mengkonsumsi PIL kb

  5. SUNARINGTYAS, Amd Keb. says:

    pemanfaatan pil KB apapun masing-masing, ada kontra indikasinya namun demikian ada faktor x lah yang mungkin salah satu penyebabbya.
    semoga setiap keluarga yang mengikuti program KB mempunyai pandangan yang berbeda dan lebih arif untuk memilih. OK

  6. wanii says:

    kk boleh nanya..
    mengapa manfaat non kontraseptif dapat mengurangi insidensi kanker ovarium dan endometrium? dan juga mengapa dapat mengurangi insidensi tumor jinak payudara dan kista ovarium…

    tolong di balas yaa kak…
    mksh sebelumnya…..

  7. upik says:

    pil ini boleh buat perempuan hamil keguguran ke?

    • lusa says:

      Pil kombinasi berisi hormon estrogen dan progestin. Salah satu wanita yang diperbolehkan minum pil kombinasi adalah wanita pasca keguguran/abortus.

      Aturan minum pil kombinasi pasca keguguran:
      1. Pil kombinasi diminum mulai pada 7 hari pertama keguguran.
      2. Pil kombinasi dapat diminum setiap saat, asal yakin tidak hamil dan berKB (kondom atau spermisida) selama 7 hari pertama.
      3. Pil kombinasi dapat diminum segera setelah berhenti dari cara KB lain.

  8. zadila says:

    Pil kombinasi dapat diminum setiap saat, asal yakin tidak hamil dan berKB (kondom atau spermisida) selama 7 hari pertama..

    dgn kta lain diluar wktu haid & ykin tidk sdang hmil. apakah minum pilnya jg sesuai urutan yaitu mulai dari yang plasebonyaa??????

  9. syafriati says:

    assalamualaikum….. saya mw nanya, pil kb kombinasi yang jenis apa yang dapat d gunakan utk pengobatan kista… terima kasih….

  10. isfi jacquel says:

    Dokter memberikan pil KB kombinasi ke sy,krn sy sdh 2x oprasi kista coklat..untuk ke 3 x nya tumbuh lagi akirnya sy disuruh minum pil kb kombinasi alhamdulillah hasilnya 1bln mengkonsumsi kista sy langsung bersih…pas waktu itu sdh 4cm lbh…

Leave a Reply