Home > Askeb I (Kehamilan) > Ovum

Ovum

May 02, 2011 1 Comment by lusa

Ovum atau sel telur adalah suatu sel terbesar dalam tubuh manusia. Ukuran ovum sekitar 0,2 mm dan tertutup dalam folikel telur dari indung telur. Ovum dilingkari oleh zona pellusida dan dilapisi oleh korona radiata.

Jumlah oogonium pada wanita berdasarkan umur adalah sebagai berikut:

  • Bayi baru lahir: 750.000
  • Umur 6-15 tahun: 439.000
  • Umur 16-25 tahun: 159.000
  • Umur 26-35 tahun: 59.000
  • Umur 35-45 tahun: 34.000
  • Masa menopause: semua hilang

Oogenesis
Pertumbuhan ovum (oogenesis) dimulai dengan oogonia, oosit primer (primary oocyte), primary ovarian follicle, liquar folliculi, pematangan pertama ovum dan pematangan kedua ovum pada sperma membuahi ovum.

Pada masa pubertas, oosit primer mengadakan pembelahan meiosis I menghasilkan satu sel oosit sekunder yang besar dan satu sel badan kutub pertama (polar body primer) yang lebih kecil. Perbedaan bentuk ini disebabkan sel oosit sekunder mengandung hampir semua sitoplasma dan kuning telur, sedangkan sel badan kutub pertama hanya terdiri dari nucleus saja. Oosit sekunder ini mempunyai kromosom setengah kromosom oosit primer yaitu 23 kromosom (haploid).

Pembelahan meiosis II, oosit sekunder membelah diri menghasilkan satu sel ootid yang besar dan satu badan kutub kedua (polar body sekunder). Ootid yang besar tersebut mengandung hampir semua kuning telur dan sitoplasma. Pada saat yang sama, badan kutub pertama membelah diri menjadi dua kutub. Selanjutnya ootid tumbuh menjadi sel telur (ovum) yang mempunyai 23 kromosom (haploid). Sedangkan ketiga badan kutub kecil hancur sehingga setiap oosit primer hanya menghasilkan satu sel telur yang fungsional. Sel telur (ovum) yang besar itu mengandung sumber persediaan makanan, ribosom, RNA, dan komponenkomponen sitoplasma lain yang berperan dalam perkembangan embrio. Sel telur yang matang diselubungi oleh membrane corona radiate dan zona pellusida.

Oogenesis hanya berlangsung hingga seseorang usia 40 sampai 50 tahun. Setelah wanita tidak mengalami menstruasi lagi (menopause) sel telur tidak diproduksi lagi.

Gambar. Oogenesis

Referensi

crayonpedia.org/mw/D._Pembelahan_Meiosis_Pada_Manusia_12.1#2._Oogenesis.C2.A0
Depkes RI. 1993. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga. Cetakan Ke III. Jakarta.
Force, D. 2010. Ovum. grandmall10.wordpress.com/2010/03/20/ovum/ unduh 17 Maret 2011 09.24 AM
Kusmiyati, Y. 2010. Perawatan Ibu Hamil. Cetakan ke VI. Yogyakarta: Fitramaya.
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi-Obstetri Patologi. Edisi 2. Jakarta: EGC
Neil, W.R. 2001. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Jakarta: Dian Rakyat.
Salmah, dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta: EGC.
Sulistyawati, A. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika

Kata Kunci

ovum, pengertian ovum, sel ovum, ovum adalah, fungsi ovum, sel telur, skema oogenesis, pengertian sel telur, pengertian oogenesis, ovum manusia, pengertian ovum dan sperma, oogenesis, perkembangan sel telur dalam oogenesis, gambar Oogenesis, asuhan kebidanan ibu hamil, oogenesis pada wanita, ukuran ovum, jelaskan pengertian ovum, jelaskan ovum, jumlah ovum pada wanita, skema sperma oogenesis, penjelasan ovum, sais ovum matang yang notmal, skema perkembangan ovum, Apa bedanya sperma dan ovum.

Askeb I (Kehamilan)
© LUSA.web.id   |   Share :  
lusa

About the author

Pengajar dan pendidik aktif di perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta. Selain itu, juga seorang praktisi kesehatan di Yogyakarta. Menghabiskan waktu luang berkumpul bersama keluarga (suami & anak) serta menulis di lusa.web.id.

One Response to “Ovum”

  1. sulpiati says:

    Ass..wr.wb.gimana bila ukuran ovum seseorang kecil apa kmungkinan sulit untuk hamil.wassalam

Leave a Reply