Home > Gizi > Konsep Dasar Ilmu Gizi

Konsep Dasar Ilmu Gizi

Aug 23, 2009 42 Comments by

Tujuan pembelajaran adalah diharapkan mahasiswa diakhir perkuliahan dapat menjelaskan konsep dasar ilmu gizi. Materi ini akan membahas beberapa pokok bahasan yang berkaitan dengan konsep dasar ilmu gizi antara lain :

  1. Beberapa pengertian/ istilah dalam gizi.
  2. Sejarah perkembangan ilmu gizi.
  3. Ruang lingkup ilmu gizi.
  4. Pengelompokan zat gizi menurut kebutuhan.
  5. Fungsi zat gizi.

Beberapa Pengertian / Istilah Dalam Gizi

  1. Ilmu Gizi (Nutrience Science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal/ tubuh.
  2. Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan.
  3. Gizi (Nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan, untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dri organ-organ, serta menghasilkan energi.
  4. Pangan adalah istilah umum untuk semua bahan yang dapat dijadikan makanan.
  5. Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsur-unsur/ ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh.
  6. Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan mentah.
  7. Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.

Kata “gizi” berasal dari bahasa Arab ghidza, yg berarti “makanan”. Ilmu gizi bisa berkaitan dengan makanan dan tubuh manusia.
Dalam bahasa Inggris, food menyatakan makanan, pangan dan bahan makanan.

Pengertian gizi terbagi secara klasik dan masa sekarang yaitu :

  1. Secara Klasik : gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh (menyediakan energi, membangun, memelihara jaringan tubuh, mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh).
  2. Sekarang : selain untuk kesehatan, juga dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas kerja.

Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi

Berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk  kelangsungan hidup. Sedangkan pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.

Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu, antara lain:

  1. Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine Lavoisier  (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan  penggunaan energi makanan yang meliputi  proses pernafasan, oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya  penelitian tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan  makanan pokok.
  2. Penemuan Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.
  3. Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.
  4. Penelitian Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960, penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.
  5. Keadaan Sekarang – Muncul konsep-konsep baru antara lain: pengaruh keturunan terhadap kebutuhan gizi; pengaruh gizi terhadap perkembangan otak dan perilaku, kemampuan bekerja dan produktivitas serta daya tahan terhadap penyakit infeksi. Pada bidang teknologi pangan ditemukan : cara mengolah makanan bergizi, fortifikasi bahan pangan dengan zat-zat gizi esensial, pemanfaatan sifat struktural bahan pangan, dsb. FAO dan WHO mengeluarkan Codex Alimentaris (peraturan food labeling dan batas keracunan).

Ruang Lingkup Ilmu Gizi

Ruang lingkup cukup luas, dimulai dari cara produksi pangan, perubahan pascapanen (penyediaan pangan, distribusi dan pengolahan pangan, konsumsi makanan serta cara pemanfaatan makanan oleh tubuh yang sehat dan sakit).
Ilmu gizi berkaitan dengan ilmu agronomi, peternakan, ilmu pangan, mikrobiologi, biokimia, faal, biologi molekular dan kedokteran.
Informasi gizi yang diberikan pada masyarakat, yang meliputi gizi individu, keluarga dan masyarakat; gizi institusi dan gizi olahraga.
Perkembangan gizi klinis :

Pengelompokan Zat Gizi Menurut Kebutuhan
Terbagi dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.

Makronutrien

Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan), pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohodrat (hidrat arang), lemak, protein, makromineral dan air.

Mikronutrien

Golongan mikronutrien terdiri dari :

  1. Karbohidrat – Glukosa; serat.
  2. Lemak/ lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
  3. Protein – Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin; treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
  4. MineralKalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi; selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel; silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
  5. VitaminVitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol); vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6; vitamin B12; asam pantotenat; vitamin C.
  6. Air

Fungsi Zat Gizi

  1. Memberi energi (zat pembakar) – Karbohidrat, lemak dan protein, merupakan ikatan organik yang mengandung karbon yang dapat dibakar dan dibutuhkan tubuh untuk melakukan kegiatan/aktivitas.
  2. Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh (zat pembangun) – Protein, mineral dan air, diperlukan untuk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan menganti sel yang rusak.
  3. Mengatur proses tubuh (zat pengatur) – Protein, mineral, air dan vitamin. Protein bertujuan mengatur keseimbangan air di dalam sel,bertindak sebagai buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai penangkal organisme yang bersifat infektil dan bahan-bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh. Mineral dan vitamin sebagai pengatur dalam proses-proses oksidasi, fungsi normal sarafdan otot serta banyak proses lain yang terjadi dalam tubuh, seperti dalam darah, cairan pencernaan, jaringan, mengatur suhu tubuh, peredaran darah, pembuangan sisa-sisa/ ekskresi dan lain-lain proses tubuh.

Referensi
Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
Moehji, S. Ilmu Gizi. Jilid I. Bhatara Karya Pustaka, Jakarta, 1982.
Supariasa, I. Penilaian Status Gizi. EGC, Jakarta, 2002.

Kata Kunci

ilmu gizi, pengertian gizi, pengertian ilmu gizi, fungsi zat gizi, konsep dasar ilmu gizi, ilmu gizi dasar, makronutrien, fungsi gizi, pengertian status gizi, definisi ilmu gizi, ilmu gizi olahraga, pengertian makronutrien, pengertian zat gizi, pengertian bahan makanan, gizi dasar, artikel ilmu gizi, sejarah perkembangan ilmu gizi, pengelompokan zat gizi, sejarah ilmu gizi, prinsip dasar ilmu gizi, konsep dasar gizi, ruang lingkup ilmu gizi, materi ilmu gizi, ilmu gizi dan kesehatan, materi gizi.

Gizi

About the author

Pengajar dan pendidik aktif di perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta. Selain itu, juga seorang praktisi kesehatan di Yogyakarta. Menghabiskan waktu luang berkumpul bersama keluarga (suami & anak) serta menulis di lusa.web.id.

42 Responses to “Konsep Dasar Ilmu Gizi”

  1. rahmah says:

    syukron..informasi saya jadi bertambah..insyaAllah bermanfaat

  2. Emm says:

    Mkch yach infonya bgs.

  3. lusa says:

    @rahmah
    amin ..

    @Emm
    sama-sama, semoga membantu .. :)

  4. endy says:

    alhamdulilah pengetahuaan tntang gizi brtmbah tpi tlong cntumkn jga cra mnghitung energi yg diprlukn oleh mmnusia dlm mlakukn aktvitas sehari-hari.. thanks…

  5. luthfi yuda p says:

    kk yang buat artikel ini, ada yang lebih detail lagi tentang mikro dan makronutrien g kl ada tentang pertanian donk??hehehe
    butuh buat karya tulis nihh, tp makasih ya yang ini juga alhamdulillah bahannya bagus, makasih…

    • lusa says:

      @luthfi yuda p : Insya Allah.. iya.. ambil dari berbagai sumber..
      Untuk materi Mikro dan Makronutrien yang lebih detail, saya tidak punya..
      Kebetulan bidang saya di kebidanan.. dan materi konsep dasar gizi sebagai dasar awal pengetahuan kami.. Ini ada beberapa link yang mungkin bisa membantu dalam mencari artikel yang Anda butuhkan :
      usda.gov/wps/portal/usdahome
      pustaka-deptan.go.id/

      selamat belajar..

  6. MoNIKa PS says:

    MaKAsiH ataz artiKEL x ya kak. .
    Kak, website resmi u/ bs djadi-n referensi ap kak??

  7. reny sukmawati says:

    Alhamdulillah, makasih ya, aq lagi cari bahan buat tugas, apa yg dicari ada disini. Makasih ya….

  8. safry says:

    matur suwun…………

  9. rahmadina says:

    than’k to informatioan

  10. ASGAF says:

    ok…………. infonya bisa cukup membantu.. thanks

  11. ASGAF says:

    kalo bleh tau,,anda, kul dmana sekarang……..

  12. adi says:

    terimakasih atas segala ilmu pengetahuan yang dituangkan didalam informasi mengenai ilmu gizi

  13. imam soepardi says:

    trimah kasih tuk nambah ilmu

  14. Bram Pranatakusuma says:

    Alhamdulillah…. mbak telah berbagi ilmu semoga Allah SWT senantiasa menambah keilmuan mbak lagi… “hakikat ilmu bila dibagi maka tidaklah akan berkurang namun sebaliknya akan semakin bertambah dan bertambah…terus”….. at least bertambah kematangannya dan semakin wisdom… Sukses deh mbak…semoga jangan terputus knowledge sharing dibidangnya…

    • lusa says:

      @Bram Pranatakusuma

      Amin… Insya Allah, ilmu yang kita pelajari dan bisa berbagi ilmu, dapat bermanfaat…

      Trimakasi.. motivasi ” Sdr. Bram Pranatakusuma” menambah semangat saya untuk terus menulis.. :)

  15. adji says:

    terima kasih saya mendapat bahan yang dapat saya gunakan untuk mengajar ….

  16. kiky says:

    makasiih atas informasinyaa

  17. wiwi says:

    Thank u 4 all….

  18. Mel M'lati says:

    Hhhmmm, thx info.y :)

  19. Sukron Nawawi says:

    Makasih atas info yang bagus ini…

  20. El - Nief says:

    thks for infonya,, gan..
    lumayan ngebantu bwt testing…

    *contekann…. hehe

  21. sahat jb kw 17 says:

    fantastis artikel ini,
    akan saya terapkan pd anak saya…

  22. odjzie says:

    mav mbak
    pada pembahasan “Pengelompokan Zat Gizi Menurut Kebutuhan” kayaknya sa;ah penempatan antara mikro n makro nutrients.
    biar gak sesat
    thx

Leave a Reply