Pengertian
Spermisida adalah alat kontrasepsi yang mengandung bahan kimia (non oksinol-9) yang digunakan untuk membunuh sperma.
Jenis
Jenis spermisida terbagi menjadi:
- Aerosol (busa).
- Tablet vagina, suppositoria atau dissolvable film.
- Krim.
Read more…
Categories: KB Tags: aerosol, asi, diafragma, HBV, HIV/ AIDS, hubungan seksual, infeksi saluran uretra, insersi, kehamilan, kondom, kontrasepsi, kontrasepsi hormonal, kontrasepsi vagina film, metode KB efektif, metode sederhana, penis, penyakit menular seksual, resiko tinggi, senggama, sperma, spermisida, suppositoria, syok, vagina, vaginitis, vulva
Diafragma dirancang aman dan disesuaikan vagina untuk menutupi serviks. Diafragma merupakan kap berbentuk bulat, cembung, terbuat dari lateks (karet) yang dapat dibengkokkan. Alat kontrasepsi metode barier yang berupa diafragma ini mempunyai cara kerja sebagai berikut:
- Mencegah masuknya sperma melalui kanalis servikalis ke uterus dan saluran telur (tuba falopi).
- Sebagai alat untuk menempatkan spermisida.
Efektifitas diafragma untuk mencegah kehamilan sekitar 94% bila wanita selalu menggunakannya dan 84% bila wanita tidak selalu menggunakannya. Selain itu, diafragma akan efektif apabila cara menggunakannya benar dan tepat.
Dibawah ini merupakan cara pemakaian alat kontrasepsi metode barier diafragma.
Read more…
Categories: KB Tags: diafragma, hubungan seksual, kanalis servikalis, kehamilan, kontrasepsi, metode barier, serviks, spermisida, tuba fallopi, uterus, vagina, vulva
Kondom wanita kondom yang dirancang khusus untuk digunakan oleh perempuan, berbentuk silinder yang dimasukkan ke dalam alat kelamin atau kemaluan wanita. Kondom wanita berfungsi untuk mencegah kehamilan dan mengurangi resiko penyakit menular seksual. Kondom wanita memiliki dua ujung di mana ujung yang satu yang dimasukkan ke arah rahim tertutup dengan busa untuk menyerap sperma dan ujung yang lain ke arah luar terbuka.
Cara kerja kondom wanita sama dengan cara kondom lelaki, yaitu mencegah sperma masuk ke dalam alat reproduksi wanita. Manfaat, keterbatasan maupun efek samping yang ditimbulkan kondom wanita, hampir sama dengan kondom lelaki. Tingkat efektifitas kondom wanita akan tinggi, apabila cara menggunakannya benar.
Adapun cara pemakaian kondom wanita, adalah sebagai berikut:

Buka kemasan kondom secara hati-hati dari tepi, dan arah robekan ke arah tengah. Jangan menggunakan gigi, benda tajam saat membuka kemasan.
Read more…
Categories: KB Tags: air mani, cara pakai kondom, coitus, inner ring, kehamilan, kondom, kondom lelaki, kondom wanita, outer ring, penis, penyakit menular seksual, reproduksi, vagina
Efektifitas pemakaian kondom akan tinggi, apabila pengguna kondom dapat menggunakan kondom dengan baik dan benar setiap kali akan berhubungan seksual. Angka kegagalan kontrasepsi kondom sangat sedikit yaitu 2-12 kehamilan per 100 perempuan per tahun. Kondom merupakan selubung/sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan. Selain sebagai pencegah kehamilan, juga mencegah penyakit menular seksual.
Di bawah ini, adalah cara pemakaian kondom pria.
Read more…
Categories: KB Tags: cara pakai kondom, coitus, ejakulasi, ereksi, kehamilan, kondom, kondom lelaki, kondom pria, kontrasepsi, penis, penyakit menular seksual
Pengertian
Diafragma adalah kap berbentuk bulat, cembung, terbuat dari lateks (karet) yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutupi serviks.

Diafragma dan spermisida
Jenis
Jenis diafragma antara lain:
- Flat spring (flat metal band).
- Coil spring (coiled wire).
- Arching spring (kombinasi metal spring).
Read more…
Categories: KB Tags: AKDR, arching spring, asi, coil spring, flat spring, infeksi saluran uretra, kehamilan resiko tinggi, keracunan, kontrasepsi, kontrasepsi hormonal, metode barier, metode KB efektif, metode sederhana, pemeriksaan pelvik, penyakit menular seksual, senggama, serviks, spermisida, syok, tuba fallopi, uterus, vagina
Kondom tidak hanya mencegah kehamilan, tetapi juga mencegah penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. Kondom akan efektif apabila pemakaiannya baik dan benar. Selain itu, kondom juga dapat dipakai bersamaan dengan kontrasepsi lain untuk mencegah PMS.
Pengertian Kondom
Kondom merupakan selubung/sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan. Kondom terbuat dari karet sintetis yang tipis, berbentuk silinder, dengan muaranya berpinggir tebal, yang digulung berbentuk rata. Standar kondom dilihat dari ketebalannya, yaitu 0,02 mm.
Read more…
Categories: KB Tags: akseptor, anamnesis, asi, ejakulasi dini, HIV/ AIDS, infeksi, kehamilan, kondom, kondom pria, kondom wanita, kontrasepsi, metode barier, morning after pil, penis, penyakit menular seksual, reproduksi, spermisida
Volume darah normal yang diperlukan plasenta dan pembuluh darah uterin, meningkat selama kehamilan. Diuresis terjadi akibat adanya penurunan hormon estrogen, yang dengan cepat mengurangi volume plasma menjadi normal kembali. Meskipun kadar estrogen menurun selama nifas, namun kadarnya masih tetap tinggi daripada normal. Plasma darah tidak banyak mengandung cairan sehingga daya koagulasi meningkat.
Aliran ini terjadi dalam 2-4 jam pertama setelah kelahiran bayi. Selama masa ini ibu mengeluarkan banyak sekali jumlah urin. Hilangnya progesteron membantu mengurangi retensi cairan yang melekat dengan meningkatnya vaskuler pada jaringan tersebut selama kehamilan bersama-sama dengan trauma selama persalinan.
Read more…
Categories: Askeb III (Nifas) Tags: dekompensasi kordis, diuresis, estrogen, hemokonsentrasi, koagulasi, persalinan, persalinan per vaginam, persalinan seksio sesarea, plasenta, plasma darah, post partum, progesteron, retensi cairan, shunt, vaskuler, vitum cordia, volume darah
Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, kadar fibrinogen dan plasma serta faktor-faktor pembekuan darah meningkat. Pada hari pertama post partum, kadar fibrinogen dan plasma akan sedikit menurun tetapi darah lebih mengental dengan peningkatan viskositas sehingga meningkatkan faktor pembekuan darah.
Leukositosis adalah meningkatnya jumlah sel-sel darah putih sebanyak 15.000 selama persalinan. Jumlah leukosit akan tetap tinggi selama beberapa hari pertama masa post partum. Jumlah sel darah putih akan tetap bisa naik lagi sampai 25.000 hingga 30.000 tanpa adanya kondisi patologis jika wanita tersebut mengalami persalinan lama.
Read more…
Categories: Askeb III (Nifas) Tags: eritrosit, fibrinogen, hematokrit, leukosit, leukositosis, nifas, pembekuan darah, persalinan lama, plasenta, plasma, post partum, sistem hematologi, status gizi, viskositas, volume darah
Pada masa nifas, tanda-tanda vital yang harus dikaji antara lain:
- Suhu badan.
- Nadi.
- Tekanan darah.
- Pernafasan.
Suhu badan.
Suhu tubuh wanita inpartu tidak lebih dari 37,2 derajat Celcius. Pasca melahirkan, suhu tubuh dapat naik kurang lebih 0,5 derajat Celcius dari keadaan normal. Kenaikan suhu badan ini akibat dari kerja keras sewaktu melahirkan, kehilangan cairan maupun kelelahan. Kurang lebih pada hari ke-4 post partum, suhu badan akan naik lagi. Hal ini diakibatkan ada pembentukan ASI, kemungkinan payudara membengkak, maupun kemungkinan infeksi pada endometrium, mastitis, traktus genetalis ataupun sistem lain. Apabila kenaikan suhu di atas 38 derajat celcius, waspada terhadap infeksi post partum.
Read more…
Categories: Askeb III (Nifas) Tags: bradikardi, infeksi post partum, inpartu, jantung, mastitis, nadi, perdarahan post partum, pernafasan, post partum, pre eklamsia, suhu badan, syok, tanda-tanda vital, tekanan darah, traktus genetalis
Selama proses kehamilan dan persalinan terdapat perubahan pada sistem endokrin. Hormon-hormon yang berperan pada proses tersebut, antara lain:
- Hormon plasenta.
- Hormon pituitary.
- Hipotalamik pituitary ovarium.
- Hormon oksitosin.
- Hormon estrogen dan progesteron.
Read more…
Categories: Askeb III (Nifas) Tags: asi, estrogen, FSH, hipotalamik pituitary ovarium, hormon pituitary, hormon plasenta, human chorionic gonadotropin, Human placental lactogen, involusio uteri, kehamilan, kontraksi, LH, menstruasi, oksitosin, ovulasi, persalinan, plasenta, post patum, progesteron, prolaktin, sistem endokrin, uterus