Home > Gizi > Gizi Seimbang pada Remaja dan Dewasa

Gizi Seimbang pada Remaja dan Dewasa

Mar 20, 2009 19 Comments by lusa

Prinsip Gizi Pada Wanita Remaja Dan Dewasa

Masa remaja merupakan saat terjadinya perubahan-perubahan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. Pada masa ini terjadi kematangan seksual dan tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi endokrin. Pada saat proses pematangan fisik, juga terjadi perubahan komposisi tubuh.

Periode Adolesensia ditandai dengan pertumbuhan yang cepat (Growth Spurt) baik tinggi badannnya maupun berat badannya. Pada periode growth spurt, kebutuhan zat gizi tinggi karena berhubungan dengan besarnya tubuh.

Growth Spurt :

Permulaan growth spurt pada anak tidak selalu pada umur yang sama melainkan tergantung individualnya. Pertumbuhan yang cepat biasanya diiringi oleh pertumbuhan aktivitas fisik sehingga kebutuhan zat gizi akan naik pula.

Penyelidikan membuktikan bahwa apabila manusia sudah mencapai usia lebih dari 20 tahun, maka pertumbuhan tubuhnya sama sekali sudah terhenti. Ini berarti, makanan tidak lagi berfungsi untuk pertumbuhan tubuh, tetapi untuk mempertahankan keadaan gizi yang sudah didapat atau membuat gizinya menjadi lebih baik. Dengan demikian, kebutuhan akan unsure-unsur gizi dalam masa dewasa sudah agak konstan, kecuali jika terjadi kelainan-kelainan pada tubuhnya, seperti sakit dan sebagainya. Sehingga mengharuskan dia mendapatkan kebutuhan zat gizi yang lebih dari biasanya.

Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Remaja Dan Dewasa

Faktor yang mempengaruhi gizi pada remaja dan dewasa :

Data terbaru dari kesehatan nasional dan survey pengujian ilmu gizi (NHNES) menyatakan bahwa konsumsi energi wanita dari umur 11 sampai 51 tahun bervariasai, dari kalori yang rendah (sekitar 1329) sampai kalori yang tinggi (1958 kalori).

Konsumsi makanan wanita perlu mempertimbangkan kadar lemak kurang dari 30 % dan tinggi kalsium sekitar 800-1200 mg/ hari. Rata-rata RDA kebutuhan kalsium 1000 mg. selain itu, wanita juga harus memperhatikan unsur sodium, cara pengolahan makanan dan para wanita perlu membatasi makanan kaleng atau makanan dalam kotak.

Kebutuhan Gizi Seimbang

Pada anak remaja kudapan berkontribusi 30 % atau lebih dari total asupan kalori remaja setiap hari. Tetapi kudapan ini sering mengandung tinggi lemak, gula dan natrium dan dapat meningkatkan resiko kegemukan dan karies gigi. Oleh karena itu, remaja harus didorong untuk lebih memilih kudapan yang sehat. Bagi remaja, makanan merupakan suatu kebutuhan pokok untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. Kekurangan konsumsi makanan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, akan menyebabkan metabolisme tubuh terganggu.

Kecukupan gizi merupakan kesesuaian baik dalam hal kualitas maupun kuantitas zat-zat gizi sesuai dengan kebutuhan faali tubuh.

Energi

Kebutuhan energi diperlukan untuk kegiatan sehari-hari maupun untuk proses metabolisme tubuh. Cara sederhana untuk mengetahui kecukupan energi dapat dilihat dari berat badan seseorang. Pada remaja perempuan 10-12 tahun kebutuham energinya 50-60 kal/kg BB/ hari dan usia 13-18 tahun sebesar 40-50 kal/ kg BB/ hari.

Protein

Kebutuhan protein meningkat karena proses tumbuh kembang berlangsung cepat. Apabila asupan energi terbatas/ kurang, protein akan dipergunakan sebagai energi.

Kebutuhan protein usia 10-12 tahun adalah 50 g/ hari, 13-15 tahun sebesar 57 g/ hari dan usia 16-18 tahun adalah 55 g/ hari. Sumber protein terdapat dalam daging, jeroan, ikan, keju, kerang dan udang (hewani). Sedangkan protein nabati pada kacang-kacangan, tempe dan tahu.

Lemak

Lemak dapat diperoleh dari daging berlemak, jerohan dan sebagainya. Kelebihan lemak akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak tubuh yang sewaktu- waktu diperlukan. Departemen Kesehatan RI menganjurkan konsumsi lemak dibatasi tidak melebihi 25 % dari total energi per hari, atau paling banyak 3 sendok makan minyak goreng untuk memasak makanan sehari. Asupan lemak yang terlalu rendah juga mengakibatkan energi yang dikonsumsi tidak mencukupi, karena 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori. Pembatasan lemak hewani dapat mengakibatkan asupan Fe dan Zn juga rendah.

Vitamin dan Mineral

Kebutuhan vitamin dan mineral pada saat ini juga meningkat. Golongan vitamin B yaitu vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin) maupun niasin diperlukan dalam metabolisme energi. Zat gizi yang berperan dalam metabolisme asam nukleat yaitu asam folat dan vitamin B12. Vitamin D diperlukan dalam pertumbuhan kerangka tubuh/ tulang. Selain itu, agar sel dan jaringan baru terpelihara dengan baik, maka kebutuhan vitamin A, C dan E juga diperlukan.

Fe / Zat Besi

Kekurangan Fe/ zat besi dalam makanan sehari-hari dapat menimbulkan kekurangan darah yang dikenal dengan anemia gizi besi (AGB). Makanan sumber zat besi adalah sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, hati, telur dan daging. Fe lebih baik dikonsumsi bersama dengan vitamin C, karena akan lebih mudah terabsorsi.

Pengaruh Status Gizi Pada Sistem Reproduksi

Kebutuhan energi dan nutrisi dipengaruhi oleh usia reproduksi, tingkat aktivitas dan status nutrisi. Nutrisi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan. Kekurangan nutrisi pada seorang yang mengalami anemia dan kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk hamil.

Pendidikan Gizi Pada Wanita Remaja Dan Dewasa

Pendidikan gizi pada wanita remaja dan dewasa diperlukan untuk mencapai status gizi yang baik dan berperilaku gizi yang baik dan benar. Adapun pesan dasar gizi seimbang yang diuraikan oleh Depkes adalah:

  1. Makanlah aneka ragam makanan.
    Tidak satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Makan makanan yang mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh baik kualitas maupun kuantitas. Jadi, mengonsumsi makanan yang beraneka ragam menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
  2. Makanlah makanan untuk mencukupi kecukupan energi.
    Setiap orang dianjurkan untuk memenuhi makanan yanng cukup kalori (energi) agar dapat hidup dan beraktivitas sehari-hari. Kelebihan konsumsi kalori akan ditimbun sebagai cadangan didalam tubuh yang berbentuk jaringan lemak.
  3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi.
    Ada dua kelompok karbohidrat yaitu karbohidrat kompleks dan sederhana. Proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat kompleks berlangsung lebih lama daripada yang sederhana. Konsumsi karbohidrat kompleks sebaiknya dibatasi 50% saja dari kebutuhan energi sehingga tubuh dapat memenuhi sumber zat pembangun dan pengatur.
  4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai ¼ dari kecukupan energi.
    Lemak dan minyak yang terdapat dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin (A, D, E dan K) serta menambah lezatnya hidangan. Mengonsumsi lemak dan minyak secara berlebihan akan mengurangi konsumsi makanan lain.
  5. Gunakan garam beryodium.
    Kekurangan garam beryodium mengakibatkan penyakit gondok.
  6. Makanlah makanan sumber zat besi.
    Zat besi adalah unsur penting untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi berakibat anamia gizi besi (AGB), terutama diderita oleh wanita hamil, wanita menyusui dan wanita usia subur.
  7. Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahnya.
    ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, karena mempunyai kelebihan yang meliputi 3 aspek baik aspek gizi, aspek kekebalan dan kejiwaan.
  8. Biasakan makan pagi.
    Bagi remaja dan dewasa makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, daya tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi belajar dan meningkatkan produktivitas kerja.
  9. Minumlah air bersih yang aman dan cukup jumlahnya.
    Aman berarti bersih dan bebas kuman.
  10. Lakukan aktivitas fisik secara teratur.
    Dapat meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses penuaan.
  11. Hindari minum minuman beralkohol.
    Sering minum minuman beralkohol akan sering BAK sehingga menimbukan rasa haus. Alkohol hanya mengandung energi, tetapi tidak mengandung zat lain.
  12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.
    Selain harus bergizi lengkap dan seimbang, makanan harus layak dikonsumsi sehingga aman untuk kesehatan. Makanan yang aman yaitu bebas dari kuman dan bahan kimia dan halal.
  13. Bacalah label pada makanan yang dikemas.

Kata Kunci

gizi seimbang, gizi remaja, gizi pada remaja, gizi seimbang remaja, gizi dewasa, kebutuhan gizi pada remaja, kebutuhan gizi remaja, makalah gizi pada remaja, Gizi seimbang pada remaja, kebutuhan gizi dewasa, gizi untuk remaja, gizi seimbang bagi anak remaja dan dewasa, kebutuhan nutrisi pada remaja, gizi seimbang adalah, nutrisi pada remaja, status gizi remaja, gizi seimbang bagi remaja dan dewasa, Gizi Remaja dan Dewasa, gizi seimbang pada remaja dan dewasa, kebutuhan gizi seimbang dan pengaruh status gizi orang dewasa, prinsip gizi bagi anak remaja dan dewasa, kebutuhan nutrisi dewasa, gizi seimbang untuk remaja, gizi seimbang bagi remaja, menu untuk remaja.

Gizi
© LUSA.web.id   |   Share :  
lusa

About the author

Pengajar dan pendidik aktif di perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta. Selain itu, juga seorang praktisi kesehatan di Yogyakarta. Menghabiskan waktu luang berkumpul bersama keluarga (suami & anak) serta menulis di lusa.web.id.

19 Responses to “Gizi Seimbang pada Remaja dan Dewasa”

  1. Resty Affiani says:

    aku mau tanya tentang gizi nih. gini , kan asupan makanan seseorang itu ditentukan berdasarkan berat badan, usia, jenis kelamin, dan pekerjaan, serta tingkat kesehatan. nah kira2 menu mkanan gizi seimbang untuk perempuan,umur 17th, berat 45kg n pkrjaannya pelajar, itu apa ya ? please jawab ya !

  2. joko disini saja says:

    makasih artikelnya.
    ijin nge-print ya, buat dibaca-baca nambah wawasan.
    makasih ya…. :)

  3. Maria says:

    mbak kalo proses embriogenesis ngga ada ya?

  4. thitin a says:

    thanks artikelnya bisa menembah wawasan buat baca2

  5. irma says:

    thanks bangat artikelx,,,,, jd nmbah ilmu dh,,,,

  6. ikha says:

    assalamualaikum mba’ terimakasi ya..artikelnya sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas kuliah..

  7. ARA WIJAYANTI says:

    makasih mbak
    dengan artikel mba’ akhrnya lporan tugas GIZI DASAR aku selsai juga
    sekali lagi mksh infonya

  8. Anik says:

    Thanks artikelnya ya, jadi nambah ilmu. Semoga selalu memberikan manfaat to orang lain, Amin………

  9. vita says:

    makasih artikelnya

  10. charly papua says:

    missi,,,,,numpang baca ya???? trims untuk artikelnya,,,trus gimana carax kita mengatur menu sehari2 buat mahasiswa ya????? maklum….thanks

    • lusa says:

      Ya..ya..ya.. Silakan baca sepuasnya..

      Hemmm… Tak dipungkiri, makan merupakan hal yang penting untuk tubuh kita. Nah, bagi mahasiswa makan juga hal yang merepotkan juga tentunya.. Bagaimana bisa irit tapi dapat makan yang bergizi.. hehehe

      Kebanyakan mahasiswa, terbiasa mengkonsumsi “junk food” alias makanan cepat saji.. Selain itu, juga sering jajan di sembarang warung makan dengan harga sangat murah dan miskin nutrisi.

      Tips pola makan sehat bagi mahasiswa:
      1. Makan sesuai waktunya;
      2. Konsumsi buah dan sayuran;
      3. Sediakan bahan makanan dasar seperti roti, susu, keju, telur;
      4. Biasakan membawa bekal;
      5. Pilih makanan dan tempat yang sehat dan bersih;
      6. Kurangi “junk food” dan soft drink.

  11. SARTINA SIHOMBING says:

    mbak boleh minta artikel mengenai analisis menu makanan dan tingkat kecukupan gizi remaja nya tidak???
    sebelumnya trimakasihhh

Leave a Reply