Masalah yang timbul pada periode ini adalah :
- Sindrom ASI kurang.
- Ibu bekerja.
Sindrom ASI Kurang
Masalah sindrom ASI kurang diakibatkan oleh kecukupan bayi akan ASI tidak terpenuhi sehingga bayi mengalami ketidakpuasan setelah menyusu, bayi sering menangis atau rewel, tinja bayi keras dan payudara tidak terasa membesar. Namun kenyataannya, ASI sebenarnya tidak kurang. Sehingga terkadang timbul masalah bahwa ibu merasa ASInya tidak mencukupi dan ada keinginan untuk menambah dengan susu formula. Kecukupan ASI dapat dinilai dari penambahan berat badan bayi secara teratur, frekuensi BAK paling sedikit 6 kali sehari.
Read more…
Categories: Askeb III (Nifas) Tags: ASI perah, bayi, fisik, ibu bekerja, kontrasepsi, masalah menyusui, menyusui, pasca persalinan lanjut, psikologis, sindrom ASI kurang, stok ASI, susu formula, tanda cukup asi, teknik menyusui
Bayi usia 0-6 bulan, dapat dinilai mendapat kecukupan ASI bila mencapai keadaan sebagai berikut:
- Bayi minum ASI tiap 2-3 jam atau dalam 24 jam minimal mendapatkan ASI 8 kali pada 2-3 minggu pertama.
- Kotoran berwarna kuning dengan frekuensi sering, dan warna menjadi lebih muda pada hari kelima setelah lahir.
- Bayi akan buang air kecil (BAK) paling tidak 6-8 x sehari.
- Ibu dapat mendengarkan pada saat bayi menelan ASI.
- Payudara terasa lebih lembek, yang menandakan ASI telah habis.
- Warna bayi merah (tidak kuning) dan kulit terasa kenyal.
- Pertumbuhan berat badan (BB) bayi dan tinggi badan (TB) bayi sesuai dengan grafik pertumbuhan.
- Perkembangan motorik baik (bayi aktif dan motoriknya sesuai dengan rentang usianya).
Read more…
Categories: Askeb III (Nifas) Tags: bak sering, bayi merah, berat badan naik, grafik pertumbuhan, kotoran kuning, kulit kenyal, menyusu rakus, moyorik baik, payudara lembek, puas, tanda cukup asi, tidur pulas, tinggi badan