Home > Komunikasi dan Konseling > Proses dan Praktik KIP/K dalam Pelayanan Kebidanan

Proses dan Praktik KIP/K dalam Pelayanan Kebidanan

Jul 28, 2009 3 Comments by lusa

Pengertian KIP/K
Komunikasi Interpersonal adalah interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal. Saling berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau antar individu di dalam kelompok kecil.

Konseling kebidanan  adalah pertolongan dalam bentuk wawancara yang menuntut adanya komunikasi interaksi yang mendalam, dan usaha bersama bidan dengan pemecahan masalah, pemenuhan kebutuhan, ataupun perubahan tingkah laku atau sikap dalam ruang lingkup pelayanan kebidanan.
Konselor adalah orang yang memberi nasehat, memberi arahan kepada orang lain (klien) untuk memecahkan masalahnya. Sedangkan konseli adalah orang yang mencari (membutuhkan) advis atau nasehat.
Tujuan Konseling meliputi mencapai kesehatan psikologi yang positif; memecahkan masalah meningkatkan efektifitas pribadi individu; membantu perubahan pada diri individu yang bersangkutan; membantu mengambil keputusan secara tepat dan cermat; adanya perubahan prilaku dari yang tidak menguntungkan menjadi menguntungkan.

Hal-hal yang harus diperhatikan bidan sebagai konselor adalah (1) membentuk kesiapan konseling, (2) memperoleh informasi, (3) evaluasi psikodiagnostik.

(1) Kesiapan Konseling
Faktor yang mempengaruhi kesiapan konseling adalah motivasi memperoleh bantuan, pengetahuan klien tentang konseling, kecakapan intelektual, tingkat tilikan terhadap masalah, dan harapan terhadap peran konselor.

Hambatan dalam persiapan konseling: (1) penolakan, (2) situasi fisik, (3) pengalaman konseling yang tidak menyenangkan, (4) pemahaman konseling kurang, (5) pendekatan kurang, (6) iklim penerimaan pada konseling kurang.

Penyiapan klien
(a) Orientasi pra konseling; (b) teknik survey terhadap masalah klien;(c)  memberikan informasi pada klien; (d) pembicaraan dengan berbagai topik; (e) menghubungi sumber-sumber referal.

(2) Memperoleh Riwayat Kasus
Riwayat kasus merupakan kumpulan informasi ssistematis tentang kehidupan sekarang dan masa lalu. Riwayat kasus kebidanan, biasanya tercatat dalam rekam medis.

(3) Psikodiagnostik
Psikodiagnostik meliputi pernyataan masalah klien, perkiraan sebsb-sebab kesulitan; kemungkinan teknik konseling; perkiraan hasil konseling.

Langkah-Langkah Konseling
Langkah-langkah konseling terbagi menjadi tiga bagian yaitu :
(a) Pendahuluan
Merupakan kegiatan untuk menciptakan kontak, melengkapi data klien untuk merumuskan penyebab masalah dan menentukan jalan keluar.
(b) Bagian Inti/ Pokok
Bagian ini mencakup kegiatan mencari jalan keluar, memilih salah satu jalan keluar dan melaksanakan jalankeluar tersebut.
(c) Bagian Akhir
Merupakan kegaitan akhir dari konseling yang meliputi penyompulan dari seluruh aspek kegiatan. Langkah ini merupakan langkah penutupan dari pertemuan dan penetapan untuk pertemuan berikutnya.
Tujuan/ harapan dari pelayanan konseling yang telah dilakukan adalah :
(a) Peningkatan kemampuan klien dalam upaya mengenal masalah, merumuskan alternatif pemecahan masalah, dan manilai hasil tindakan secara tepat dan cermat. (b) Klien memeiliki pengalaman dalam menghadapi masalah dan pelaksanaan pemecahan masalah kesehatan. (c) Adanya kemandirian dalam pemecahan masalah.

Perbedaan Konseling dengan Nasehat
Nasehat
Memberitahukan klien apa yang sebaiknya klien lakukan, menghakimi perilakunya di masa lalu dan sekarang.
Konseling
Memberikan fakta-fakta sehingga klien dapat membuat keputusan, membuat klien bertanya dan mendiskusikan masalah pribadinya.

Proses Konseling
Hubungan antara konselor dan klien adalah inti proses konseling. Proses konseling meliputi :
1)    Pembinaan dan pemantapan hubungan baik (rapport)
“En rapport” mempunyai makna saling memahami dan mengenal tujuan bersama. Tujuannya adalah menjembatani hubungan antara konselor dengan klien, sikap penerimaan dan minat yang mendalam terhadap klien dan masalahnya. Beberapa teknik untuk menguasai rapport adalah memberikan salam; memperkenalkan diri; topik pembicaraan yangs sesuai; menciptakan suasanan yang aman dan nyaman; sikap hangat, realisasi tujuan bersama, menjamin kerahasiaan, kesadaran terhadap hakekat klien.

2)    Pengumpulan dan pemberian informasi
Pengumpulan dan pemberian informasi merupakan tugas dari konselor. Hal ini dapat dilakukan dengan cara: mendengar keluhan klien, mengamati komunikasi non verbal klien, bertanya riwayat kesehatan, latar belakang keluarga, masalah, memberikan penjelasan masalah yang dihadapinya.

3)    Perencanaan, pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
Apabila data telah lengkap, maka bidan membantu klien untuk memecahkan masalah atau membuat perencanaan dalam pemecahan masalahnya. Tahapan dalam memecahkan masalah adalah: menjajagi masalah (menetapkan masalah yang dihadapi klien); memahami masalah (mempertegas masalah yang sesungguhnya); membatasi masalah (menetapkan batas-batas masalah); menjabarkan alternatif pemecahan masalah; mengevaluasi alternatif (menilai setiap alternatif dg analisis SWOT); memilih alternatif terbaik; menerapkan alternatif dan menindaklanjuti pertemuan.

Sumber :
Tyastuti, dkk., 2008, Komunikasi & Konseling Dalam Praktik Kebidanan, Yogyakarta: Fitramaya.

Kata Kunci

KIP/K, konseling kebidanan, pengertian kip/k, proses dan praktik konseling dalam kegiatan asuhan kebidanan, proses dan praktik kip/k dalam pelayanan kebidanan, praktik kebidanan, konseling dalam kebidanan, praktek kebidanan, komunikasi interpersonal dan konseling, pengertian pelayanan kebidanan, KIPK, KIP K, proses konseling kebidanan, komunikasi interpersonal/konseling (kip/k), proses dan praktek kip/k dalam pelayanan kebidanan, definisi pelayanan kebidanan, ruang lingkup praktek kebidanan, ruang lingkup pelayanan bidan, ruang lingkup pelayanan kebidanan, faktor yang mempengaruhi kesiapan dalam konseling, Apa yg dimaksud kegiatan kip, prosedur konseling pelayanan kebidanan, kepanjangan KIP rekam medis, komunikasi KIp atau konseling, batasan ham dengan kip.

Komunikasi dan Konseling
© LUSA.web.id   |   Share :  
lusa

About the author

Pengajar dan pendidik aktif di perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta. Selain itu, juga seorang praktisi kesehatan di Yogyakarta. Menghabiskan waktu luang berkumpul bersama keluarga (suami & anak) serta menulis di lusa.web.id.

3 Responses to “Proses dan Praktik KIP/K dalam Pelayanan Kebidanan”

  1. rus kendal says:

    mb lusa aku ingin bergabung ,tolong bagi ilmunya,caranya gimana?

    • lusa says:

      Monggo bu.. Belajar bersama… Saya juga senang sekali bisa balajar dari ibu…

      Salam untuk teman-teman di Kendal…

  2. suci says:

    Saya izin ngopy, ya Bu :)

Leave a Reply