Home > Askeb IV (Patologi), Ginekologi > Leukorea (Fluor Albus / White Discharge / Keputihan)

Leukorea (Fluor Albus / White Discharge / Keputihan)

Jan 27, 2012 23 Comments by lusa

Pengertian Leukorea

Beberapa pengertian leukorea atau keputihan adalah sebagai berikut:

  1. Leukorea (fluor albus) atau keputihan adalah pengeluaran cairan dari jalan lahir yang bukan darah.
  2. Leukorea atau keputihan adalah nama gejala yang diberikan pada cairan yang keluar dari saluran genetalia wanita, yang tidak berubah.
  3. Leukorea atau keputihan adalah sekret putih yang kental keluar dari vagina maupun rongga uterus (Kamus Kedokteran).

Leukorea atau keputihan yang terjadi pada wanita tidak menyebabkan kematian tetapi kesakitan , karena cairan yang keluar selalu membasahi bagian dalam dan terkadang menimbulkan iritasi, rasa gatal sehingga membuat ketidaknyamanan. Leukorea merupakan gejala awal dari infeksi, keganasan atau tumor jinak reproduksi.

Secara alamiah wanita mengeluarkan cairan dari alat kelaminnya yang berasal dari :

  1. Transudat dinding vagina.
  2. Lendir servik.
  3. Lendir kelenjar bartholini dan skene.

Asal Leukorea

Leukorea atau keputihan berasal dari:

  1. Vulva.
  2. Vagina.
  3. Servik uteri.
  4. Korpus uteri.
  5. Tuba.

Vulva

Sekret dalam vulva dihasilkan oleh kelenjar- kelenjar bartholini dan skene. Sekret ini bertambah pada perangsangan, misalnya sewaktu koitus. Jika kelenjar- kelenjar tersebut meradang, oleh karena infeksi maka sekret berubah jadi flour.

Vagina

Vagina tidak mempunyai kelenjar dan dibasahi oleh cairan transudat dan lendir dari servik. PH dalam vagina disebabkan oleh kegiatan hasil diderlein yang mengubah glukogen (epitel vagina) menjadi acidum lacticium.

Servik uteri

Sekret servik yang normal bersifat jernih, liat dan alkalis. Sekret ini dipengaruhi hormon- hormon ovarium baik kuantitas atau kualitasnya. Sekret bertambah pada infeksi (cervicitis) yang dipermudah kejadiannya oleh robekan servik dan tumor servik.

Korpus uteri

Korpus uteri hanya menghasilkan sekret pada fase post ovulator. Sekret bertambah pada endometritis akut, jika ada sisa plasenta polip mioma submucosa dan carcinoma.

Tuba

Tuba jarang mengeluarkan flour albus, kadang-kadang terjadi pada hydrosalpinx profluens.

Klasifikasi Leukorea

Leukorea terbagi menjadi dua yaitu:

  1. Leukorea fisiologis.
  2. Leukorea patologis.

Leukorea fisiologis

Leukorea fisiologis terjadi mendekati ovulasi (karena rangsangan seksual), menjelang dan sesudah menstruasi atau pengaruh hormone pada kehamilan. Terdiri dari cairan yang kadang-kadang berupa mucus yang mengantongi banyak epitel dengan leukosit yang jarang. Ciri-cirinya adalah: berwarna putih dan menjadi kekuningan bila kontak dengan udara karena prosesokside; tidak gatal; tidak mewarnai pakaian dalam dan tidak berbau.

Leukorea patologis

Leukorea patologis terjadi karena infeksi vaginal, infeksi trikomonas vaginalis, infeksi jamur candida albicans, keganasan reproduksi ataupun adanya benda asing dalam jalan lahir. Terdapat banyak leukosit. Ciri-ciri adalah: terjadi peningkatan volume (membasahi celana dalam); terdapat bau yang khas; perubahan konsistensi dan warna; penyebab infeksi Trikomoniasis, Kandidiasis dan Vaginosis bacterial.

Gejala Leukorea

Gejala klinis dari leukorea atau keputihan antara lain:

  1. Gatal, berbau, dan berbuih.
  2. Sekret vagina bertambah banyak.
  3. Bergumpal, campur darah
  4. Dispareunia / sakit pada waktu koitus.
  5. Disuria / rasa panas saat kencing.

Penyebab Leukorea

Penyebab keputihan atau leukorea dapat dikategorikan sebagai berikut:

  1. Konstitusional.
  2. Kelainan endokrin.
  3. Infeksi.
  4. Penyebab lain.

Konstitusional

Penyebab leukorea atau keputihan secara konstitusional ditemukan pada keadaan anemia, nefritis dan pada bendungan umum (decompensatio cordis, serosis, hepatitis).

Kelainan endokrin

Seperti pada fungsional bleeding (kadar estrogen tinggi). Pada kehamilan (karena hidraemia dan pengaruh endokrin).

Infeksi

Penyebab leukorea atau keputihan oleh karena infeksi antara lain:

  1. Vultasi–vulvo vaginitis.
  2. Vaginitas (kolpitis).
  3. Servivitis.
  4. Salpingitis

Penyebab lain

Penyebab lain leukorea atau keputihan antara lain:

  1. Corpus allienum : possarium, rambut kemaluan, rambut wol, kain atau kapas.
  2. Alat- alat atau obat- obat kontrasepsi.
  3. Fitula (Fistula vesicovaginalis, Fistula Fectovaginalis).(Manuaba, 2001).

Jenis Leukorea

  1. Kandidiasis vulvovaginalis (KVV).
  2. Trikomoniasis.
  3. Vaginosis bacterial.
  4. Infeksi genital non spesifik.

Kandidiasis Vulvovaginalis (KVV)

Kandidiasis Vulvovaginalis (KVV) disebabkan oleh candida albicans atau kadang oleh candida sp atau ragi lainnya. Gejala klinisnya antara lain: gatal pada vulva dan vagina; vulva lecet; duh tubuh vagina dan dapat sampai dispareuni. Sedangkan gejala lain yang mungkin timbul antara lain: eritema; dapat timbul fisura; edema; duh tubuh vagina putih seperti susu mungkin bergumpal, tidak berbau dan terdapat lesi satelit. Pemeriksaan penunjang dengan sediaan apus dari duh tubuh vafina dengan pewarnaan garam ditemukan blastospora dan pseudohifa; sediaan basah dengan larutan KOH 10 % ditemukan pseudohifa dan atau blastospora. Penatalaksanaan Kandidiasis Vulvovaginalis (KVV) akut dengan pemberian Ketokonazole 200 mgr tablet 2 tab x 5 hari; Flukonazol 150 mgr tablet dosis tunggal; Intrakonazolel 100 mgr tablet 2 tab x 3 hari.

Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit ber Flagela Trikomonas vaginalis. Gejala klinis antara lain: 10-50 % asimtomatik; duh tubuh vagina berbau, dapat disertai gatal pada vagina; kadang-kadang terdapat rasa tidak enak di perut bagian bawah. Sedangkan gejala lain antara lain: duh tubuh vagina dengan konsistensi bermacam-macam dari sedikit banyak dan ecer bentuk kuning kehijauan berbusa dapat terjadi pada 10–30 % wanita; vuivitis dan vaginitis; gambaran serviks strobery dapat ditemukan pada 2 % pasien; pada 5–15 % tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan. Adapun pemeriksaan penunjang dengan cara duh tubuh vagina dari forniks posterior dan dilakukan pemeriksaan sediaan basah dengan larutan NaCl fisiologis. Terdapat Tricomonas Vaginalis dengan pergerakan flagella yang khas. Penatalaksanaan dengan pemberian Metonidazole 2 gram oral dosis tunggal atau Metronidazole 2 x 0,5 mg oral selama 7 hari.

Vaginosis bacterial

Vaginosis bacterial adalah sindrom klinis yang disebabkan oleh pergantian lactobacillus sp penghasil H2O2 yang normal di dalam vagina dengan sekelompok bakteri aerob. Gejala klinis antara lain: duh tubuh vagina putih homogen, melekat pada dinding vagina dan vestibulum; pH cairan vagina > 4,5; terciumnya bau amis seperti ikan pada duh tubuh vagina yang diolesi dengan larutan KOH 10 %. Pemeriksaan penunjang dengan sediaan apus dengan pewarnaan gram ditemukam clue cell. Penatalaksanaan Non medikamentosa dengan cara: pasien dianjurkan untuk menghindari vaginal douching atau bahan antiseptic; konseling. Sedangkan penatalaksanaan Medikamentosa dengan pemberian obat pilihan yaitu Metronidazole 2 x 500 mg / hari selama 5–7 hari; Metronidazole 2 gram peroral dosis tunggal; pemberian obat alternatif yaitu Klindamicin 2x 300 mg / hari peroral selama 7 hari.

Infeksi genital non spesifik

Infeksi genital non spesifik adalah infeksi saluran genital yang disebabkan oleh penyebab nonspesifik. Istilah ini meliputi berbagai keadaan yaitu uretritis non spesifik, uretritis non gonore proktitis non spesifik dan infeksi spesifik pada wanita. Keluhan pada wanita berupa duh tubuh vagina; perdarahan antar menstruasi; perdarahan pasca koitus; disuria bila mengenai uretra; asimptomatik. Gejalanya duh tubuh endoserviks mukopurulent; ektopia serviks disertai edema serviks rapuh, mudah berdarah. Pemeriksaan penunjang dari duh tubuh genetalia. Penatalaksanaan dengan pemberian Doksisiklin 2 x 100 mg / hr selama 7 hari; Terasiklin 4 x 500 mg / hr selama 7 hari; Eratromicin 4 x 500 mg / hr selama 7 hari.

Diagnosis Lekhorea

Diagnosa sebab keputihan dapat dicari dengan cara sebagai berikut:

  1. Anamnase.
  2. Kedaaan umum.
  3. Pemeriksaan dalam.
  4. Pemeriksaan mikrobiologis dan bakteriologis, meliputi: cairan seperti susu biasanya berasal dari vagina; cairan yang liat muko purulen berasal dari servik; cairan yang purulen biasanya disebabkan gonococcus; cairan yang membuih oleh trichomonas; zat seperti keju oleh monilia biasanya gatal; cairan yang jernih terdapat pada asthenia; flour bercampur darah terdapat pada endometritis senilis.

Penatalaksaan Lekhorea

Penatalaksanaan leukorea atau keputihan tergantung dari penyebab infeksi seperti jamur, bakteri atau parasit. Umumnya diberikan obat-obatan untuk mengatasi keluhan dan menghentikan proses infeksi sesuai dengan penyebabnya. Obat-obatan yang digunakan dalam mengatasi keputihan biasanya berasal dari golongan flukonazol untuk mengatasi infeksi candida dan golongan metronidazol untuk mengatasi infeksi bakteri dan parasit.

Pencegahan Leukhorea

Leukorea dapat dicegah dengan cara sebagai berikut:

  1. Menjaga alat kelamin tetap bersih dan kering.
  2. Menghindari pakaian ketat.
  3. Seing mengganti pembalut saat datang haid.
  4. Menghindari douche (mencuci/membilas) vagina dengan larutan antiseptik.
  5. Mencuci alat kelamin bagian luar dengan air bersih.

Referensi

Idhawati, C. 2011. Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Ny. K Dengan Leukore Candidiasis Vulvovaginalis Di Ruang KIA Puskesmas Sawit I. Akbid Mamba’ul Ulum Surakarta.
Indah Arthanasia. 2011. Perawatan Gangguan Bermacam-macam Keputihan Pada Organ Reproduksi Wanita.
Manuaba, 2001. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan. Jakarta: EGC
Manuaba, IBG. 2008. Gawat Darurat Obstetric-Ginekologi Dan Obstetric-Ginekologi Sosial Untuk Profesi Bidan. Jakarta: EGC. Hlm: 296-299.
Mansjoer, A. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I Edisi ketiga. Jakarta : Media Aesculapius.
Misni. 2011. Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Ny. S Dengan Leukore Di Puskesmas Banyudono. Akbid Mamba’ul Ulum Surakarta.
Prawirohardjo, S. 2008. Ilmu Kandungan. Jakarata: Yayasan Bina Pustaka.
Prayetni, 2001. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Dengan Gangguan Reproduksi. Jakarta: Pusdiknas Depkes RI.
Thomas Rabe. 2002. Alih bahasa dr Ida Bagus Gde Manuaba, SPOG. Ilmu Kandungan.Jakarta : Hipokrates
Yatim, F, 2005. Penyakit Kandungan. Jakarta: Pustaka Populer Obor.

Kata Kunci

fluor albus, leukorea, flour albus, penatalaksanaan keputihan, askep keputihan, keputihan, diagnosa keputihan, askeb keputihan, pengertian leukorea, leukorea adalah, infeksi genital non spesifik, makalah flour albus, pengobatan fluor albus, fluor albus adalah, diagnosis keputihan, metronidazole 500mg obat apa, metronidazole 500 mg obat apa, keputihan bahasa medis, fluor albus seperti selaput, ciri ciri fluor albus, cara membersihkan vagina dengan Nacl 0 9 %, buku dokter tentang penyakit organ reproduksi wanita keputihan, beda keputihan dengan sperma, asal leukorea keputihan, tata laksana leukhore.

Askeb IV (Patologi), Ginekologi
© LUSA.web.id   |   Share :  
lusa

About the author

Pengajar dan pendidik aktif di perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta. Selain itu, juga seorang praktisi kesehatan di Yogyakarta. Menghabiskan waktu luang berkumpul bersama keluarga (suami & anak) serta menulis di lusa.web.id.

23 Responses to “Leukorea (Fluor Albus / White Discharge / Keputihan)”

  1. ocik says:

    ass…mbak mw nanya apakah faktor mkanan juga bisa menyebabkan keputihan??dan kalo ia…mkanan apakah itu???

    • lusa says:

      Wa’alaikum salam wr.wb

      Penyebab keputihan adalah dari pola/ perilaku hidup yang tidak sehat, diantaranya pola makan.

      Kebanyakan wanita yang mengalami keputihan disebabkan oleh infeksi dari jamur. Konsumsi makanan berkadar gula tinggi menjadi faktor risiko keputihan. Sebagai contoh: donat, permen, dan makanan manis lainnya yang dikonsumsi secara berlebihan.

  2. lidai says:

    ass,,,, mbak apa penyakit ini bisa disembuhkan ?,,
    bagaimana caranya, penyembuhannya,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    • lusa says:

      Keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina. Keputihan bersifat normal/ fisiologis dan tidak normal/ patologis.

      Keputihan dapat disembuhkan. Keberhasilan pengobatan tentunya dilihat dari pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

      “Lebih BAIK mencegah daripada mengobati”… Adapun pencegahan terjadinya keputihan dengan:
      1.Menjaga alat kelamin tetap bersih dan kering;
      2.Menghindari pakaian ketat;
      3.Seing mengganti pembalut saat datang haid;
      4.Menghindari douche (mencuci/membilas) vagina dengan larutan antiseptik, dan
      5.Mencuci alat kelamin bagian luar dengan air bersih.

  3. nana says:

    Assalamualaikum wr.wb saya wanita usia 26th,sdh menikah 2th,blm mempunyai keturunan.mbak lusa saya sering keputihan yang berwarna putih susu dan terkadang ada yg menggumpal seperti keju.sudah dari bln januari 2012.sudah 2x periksa ke dsog dikasi obat n antibiotic tp kl obtnya sdh habis pasti bulan berikutnya kumat lg keputihannya mbak.. mohon sarannya, terimakasih

  4. woro windarini says:

    assalamualaikum wr.wb
    mbk saya wanita usia 30 th. menikah dan punya 2 orang anak, saya sering sekali mengalami keputihan mulai dari remaja sampai skrg . akhir2 ini keputihan saya mulai sering rasanya gatal dan berbau. 3 bulan yg lalu saya bwa ke dr.spog setelah d usg dinyatakan bhwa terdpt kista kecil uk. 2,4 di dlm rahim sya, setelah di beri obat keputihan saya sembuh tapi sekarang kambuh lagi. yg mau sy tnyakan apakah kista yg menyebabkan keputihan atau sebaliknya?, bagaimana caranya agar keputihan saya tidak kambuh lagi? mohon jawaban dan sarannya mbk… terimakasih

  5. Majakani says:

    Banyak orang yang mengalami keputihan tapi terkadang salah dalam penanganannya, semoga artikel di atas bisa membantu kaum hawa untuk mengatasi msalah keputihan.

    Makasih mbak Lusa mau berbagi

  6. Iin Rasinamomi says:

    Assalamu’alaikum,mba sy sat ni sdh msuk uk 28 mggu, sy pny kluhan mslh k’putihan,seperti serbuk putih&byk kta suami,melihat’ya ngeri kata’ya, sy kdg sat b’hubungan krg nymn&ska brasa sakit sat sy k’toilet 1hri s’sdh b’hubungan,jdi kdg slma sy hmil tdk tllu pny k’iginan utk hal itu sprti k’banyakan org,kdg sy malu&kasihan dg suami sy,krn sy tdk bsa melayani s’penuh’ya jdi kdg hny 4-5hri skali, apakh ada yg salah dri posi2 b’hubungan krn k’seringan posisi sy d’bawah & kl sy slesai pipis ska msh ada sisa’ya,jdi kl mau wudhu ska ngulang,yg ign sy tnyakn apakah wjr slma hml trjdi keputihan,apa tdk m’bahayakn bayi sy,krn sy ska brasa skit bagian vagina’ya,mhn solusi’ya apa yg hrs sy lakukan,apakh ada obat utk m’hilangkan k’putihan slama hamil,obat’ya apa?dari pola mknn apa yg hrs sy hindari utk m’hindari keputihan… terimaksh byk ats jwbn’ya… Sukron katsir ya mba..

    • lusa says:

      Wa’alaikum salam wr.wb

      Keputihan atau fluor albus adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat bersifat normal (fisiologis) dan abnormal (patologis).
      Keputihan saat hamil terjadi karena perubahan hormonal yang dapat menyebabkan jumlah produksi cairan meningkat dan keasaman vagina menurun serta terjadi pula perubahan pada kondisi pencernaan.

      Keputihan patologis disebabkan oleh infeksi mikroorganisme seperti virus, jamur, bakteri, parasit, benda asing, menopause, neoplasma/keganasan pada alat genitalia, dan erosi. Ciri-ciri keputihan patologis adalah: terjadi peningkatan volume (membasahi celana dalam); terdapat bau yang khas dan gatal; perubahan konsistensi dan warna. Penyebab umum keputihan pada ibu hamil adalah infeksi jamur Candida.

      Pengaruh keputihan patologis saat hamil adalah kelahiran prematur, ketuban pecah sebelum waktunya, berat badan bayi lahir rendah, dan endometritis setelah kelahiran.

      Pengobatan pada keputihan tergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, sebaiknya mbak “Iin” melakukan konsutasi ke spesialis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

      Tips untuk mencegah atau mengurangi keputihan saat hamil :
      1. Menjaga alat kelamin tetap bersih dan kering.
      2. Menghindari pakaian ketat.
      3. Menghindari douche (mencuci/membilas) vagina dengan larutan antiseptik.
      4. Mencuci alat kelamin bagian luar dengan air bersih.
      5. Menggunakan kondom saat berhubungan seksual.
      6. Konsumsi makanan yang bergizi selama hamil.

      Demikian, semoga penjelasannya dapat membantu.. Terima kasih.

  7. riry says:

    ka saya riry , umur 19 tahun sudah mempunyai satu putra,saya ingin bertanya. satu bulan ini saya selalu mengalami keputihan yang sangat banyak , berbau dan setiap hari,
    saya sangat tidak nyaman . sebenarnya apa yang terjadi dengan saya ini ? tolong jawabannya. terimakasih

  8. dhyta says:

    Assalam mbak,

    saya dhyta, 29 thn, saya sdng mengandung 4 bln bayi pertama saya, tapi smenjak kehamilan saya mengalami keputihan yg menurut saya sdh berlebihan, sampai akhirnya saya pergi k dokter kandungan n mnjalani sekret vagina, bagian sensitif saya d brsihkan oleh dokter menggunakan cairan KOH 10% stlh tes lah ini hasilnya: GO: tidak di temukan, ditemukan cocobacil negatif gram overgrowth, epitel +, lekosit +, ditemukan blastopspora +, pseudohifs + . klo mbak tahu kira2 itu maksudnya apa ua mbak? terima kasih bnyk sblmnya…

  9. ana says:

    mbak maaf, ada referensi melakukan douche atau penggunaan antiseptik itu dapat menyebabkan keputihan?trimakasi

  10. yuniar says:

    Ass mbak saya yuniar umur 21 thn , saya mempunyai kendala slama kurang lbh 1 thn , sering merasakan gatal d dlm bagian vagina .,bukan d luar tp d dlam vagina nya , aga keijo”an . Tp tidak berbau , saya 3x d perksa k doktr kelamin yg berbeda beda tp hasil nya masih tetap gatal , gima yah mba cara penyembuhannya , trima kash mba sblm’a , sya harap mba bisa membalas keluhan saya , wss

    • lusa says:

      Wss mbak Yuniar.

      Sebelum menjawab pertanyaan mbak Yuniar, sebentar kita pahami kembali tentang leukorea atau keputihan.

      Leukorea (fluor albus) atau keputihan adalah pengeluaran cairan dari jalan lahir yang bukan darah. Keputihan berasal dari vulva, vagina, mulut rahim, rongga rahim maupun tuba. Keputihan terbagi menjadi dua, yaitu: keputihan fisiologis (normal) dan keputihan patologis (tidak normal).

      Keputihan normal dialami pada saat mendekati ovulasi, menjelang dan sesudah menstruasi atau pengaruh dari hormon kehamilan. Ciri-ciri keputihan normal adalah berwarna putih, tidak gatal, tidak berwarna dan tidak berbau.

      Sedangkan keputihan tidak normal terjadi karena infeksi, adanya penyakit, kelainan hormon maupun penyebab lain. Keputihan oleh karena infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, jamur maupun parasit. Keputihan akibat adanya penyakit seperti anemia, radang pada ginjal dan penyakit lainnya. Keputihan akibat kelainan hormon kehamilan. Sedangkan keputihan dikarenakan penyebab lain seperti adanya benda asing di dalam jalan lahir.
      Ciri-ciri keputihan tidak normal adalah terjadi peningkatan cairan, berbau khas, perubahan konsistensi dan warna.

      Gejala klinis keputihan antara lain: gatal, berbau, dan berbuih; cairan vagina bertambah banyak; bergumpal, bercampur darah; nyeri saat berhubungan seksual dan terasa panas saat kencing.

      Nah, dapat kita simpulkan bahwa keputihan yang dialami mbak Yuniar termasuk dalam keputihan tidak normal. Mengapa demikian? Karena gejala yang timbul adalah cairan berwarna kehijauan dan gatal.

      Jika mbak Yuniar datang ke pelayanan kesehatan, untuk mendiagnosis keputihan yang dialami disebabkan oleh apa? Maka, terlebih dahulu dilakukan anamnesa atau pengkajian data. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik, bilamana perlu periksa dalam dan penting juga dilakukan pemeriksaan cairan.

      Pengobatan yang diberikan disesuaikan dengan penyebab keputihan. Misal keputihan disebabkan oleh karena infeksi jamur, maka antibiotik yang diberikanpun adalah jenis antibiotik untuk mengatasi infeksi jamur.

      Cobalah kembali ke pelayanan kesehatan, dan sampaikan keluhan mbak Yuniar selengkap-lengkapnya dan tindakan serta pengobatan apa saja yang telah dilakukan. Agar keputihan yang dialami ditangani sesuai dengan penyebabnya. Sembari melakukan pengobatan, personal hygiene yang baik pun tetap dilakukan. Seperti: menjaga alat kelamin tetap bersih dan kering; menghindari pakaian ketat; sering mengganti pembalut saat datang haid; menghindari membilas vagina dengan larutan antiseptik dan memcuci alat kelamin bagian luar dengan bersih.

      Demikian jawaban yang bisa saya berikan, semoga bisa memberikan pencerahan dan bermanfaat. Doa saya semoga lekas sembuh dan nyaman untuk melakukan aktivitas.

  11. Zefa says:

    Saya menderita keputihan beberapa bulan terakhir ini, dan kata dokter ternyata akibat terlalu sering membersihkan vagina dengan antiseptik (albotyl, betadine, dettol), penggunaan tissue basah khusus daerah kewanitaan, dan sering menggunakan pantyliners.

  12. dewi says:

    Selamat pagi mbak, saya berumur 21thn beberapa bulan ini sering keputihan berbau warna hijau kekuningan bahkan gatal, tidak nyaman di bagian perut bawah, kadang nyeri di bagian pinggul
    Saya sudah periksa namun tidak ada perubahan, menurut mbak apa yg harus saya lakukan?

    • lusa says:

      Keputihan yang berbau, warna hijau kekuningan bahkan gatal merupakan keputihan yang tidak normal atau leukorea patologis.
      Jenis leukorea antara lain:
      1. Kandidiasis vulvovaginalis (KVV).
      2. Trikomoniasis.
      3. Vaginosis bacterial.
      4. Infeksi genital non spesifik.
      (lebih lanjut dapat dibaca)

      Pengobatan yang diberikan harus disesuaikan dengan penyebab keputihan, apakah karena jamur, bakteri, atau parasit. Perlu dilakukan pemeriksaan bakteriologis atau mikrobiologis untuk mengetahui penyebab keputihan.

      Sembari menunggu hasil pemeriksaan dan kesembuhan keputihan, menjaga kebersihan genetalia dan perbaikan asupan makanan perlu dilakukan.

      Semoga lekas sembuh, dan kembali nyaman beraktivitas.

  13. dwi says:

    Saya dwi.. kenapa ya menstruasi saya tidak.menetes.. tetapi hanya mengentel di dalam vagina? Saya takut terkena kanker serviks

    • lusa says:

      Dear mbak Dwi..

      Apakah yang dimaksud darah haid yang mengental di dalam vagina adalah darah haid menggumpal?
      Ketidaknormalan darah haid yang keluar disebabkan karena:
      1. Perubahan hormon estrogen dan progesteron dalam pembentukan selaput dinding rahim;
      2. Fibroid, sejenis tumor jinak dalam rahim;
      3. Keguguran;
      4. Mioma uteri;
      5. Adenomiosis, perubahan pada otot rahim yang menyebabkan membesarnya rahim dan kontraksi otot rahim;
      6. Infeksi rahim; dan
      7. Obstruksi atau penyumbatan.

      Apabila darah haid tidak keluar dan menggumpal dan disertai keluhan lain, maka segeralah ke spealis kandungan, akan ditindaklanjuti dengan penatalaksanaan sesuai dengan penyebabnya.

  14. Yeri Ariyani says:

    Ass.. bu sya dengn yeeri.. 3hari terakhir ini sua mengalami gatal pada vagina.. trus saya baru coba bersihkan pake albotl.. tpi pas tadi saya lihat mulut vagina saya ada yng berwarna putih kapas… apa itu bu?? Berbahaya ap tidak??

  15. nurul says:

    Ass. Mba lusa sya mau tanya.. sya pnya keluhan keputihan terasa gatal, bergumpal sprti tepung basah berwarna putih dan agak berbau..mohon info untuk pengobatannya dan lbh bagus pervaginam/peroral saja? Trima kasih

  16. yayuk indrawati says:

    Flour albus juga bisa dicegah dengan mengunakan rebusan daun sirih
    Kemudian di saraan kan untuk memakai pakaian dalam berbahan katun

  17. elcovo says:

    saya bejo..
    mau nanya mba.
    1. apakah semua cairan kecuali darah yang keluar dari vagina dinamakan keputihan ?
    2.bagaimana mekanisme keputihan pada fisiologis dan patologis?
    3. kalo penaruh estrogen yang meningkat itu menyebabkan keputihan fisiologis kenapa saat menjelang menstruasi malah terjadi keputihan? bukanya estrugen menurun pada saat itu?

Leave a Reply