Home > Askeb I (Kehamilan) > Diagnosis Kehamilan

Diagnosis Kehamilan

Sep 01, 2009 15 Comments by lusa

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, adalah kira-kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Kehamilan dibagi menjadi tiga triwulan, triwulan I dimulai dari konsepsi sampai 12 minggu, triwulan II dari 12 sampai 28 minggu dan triwulan III dari 28 sampai 40 minggu.

Diagnosis kehamilan dapat ditegakkan dengan riwayat kesehatan dan pemeriksaan klinis berdasarkan tanda dan gejala kehamilan.

Tanda dan Gejala Kehamilan

  1. Tanda mungkin hamil
  2. Tanda tidak pasti hamil
  3. Tanda pasti hamil

Tanda Mungkin Hamil

  • Amenorhea – Wanita tidak datang menstruasi 2 bulan berturut-turut.
  • Nausea (mual) dan emesis (muntah) -Umumnya terjadi pada wanita hamil muda umur 6-8 minggu. Mual-mual pada pagi hari disebut morning sickness. Akibat dari pengaruh hormon progesteron dan estrogen sehingga pengeluaran asam lambung berlebihan.
  • Mastodynia – Payudara terasa nyeri dan kencang disebabkan payudara membesar karena pengaruh hormon estrogen pada ductus mammae dan progesteron pada alveoli.
  • Quickening – Perasaan gerakan janin pada minggu ke 18 atau minggu 20 (primigravida) dan umur 14 atau 16 minggu pada multi gravida. Gerakan janin pertama kali dapat digunakan untuk menentukan umur kehamilan.
  • Miksi – Wanita hamil trimester I dan III sering merasakan sering kencing karena uterus yang gravid mendesak vesica urinaria.
  • Konstipasi – Kesulitan buang air besar karena pengaruh hormon progesteron yang menghambat peristaltik usus dan karena perubahan pola makan.
  • Weight gain – Pertambahan berat badan ibu tidak selalu berbanding lurus dengan pertambahan berat janin. Pertambahan berat badan ibu ada artinya setelah umur 20 minggu.Umumnya pertambahan berat badan normal selama kehamilan adalah 8-14 kg.
  • Fatigue – Perasaan lelah pada ibu hamil sulit diterangkan, namun kerja jantung dirasakan lebih berat pada umur 32 minggu.
  • Nail sign – Umumnya umur 6 minggu wanita hamil mengeluh ujung kuku lunak dan lebih tipis.
  • Mengidam – Ingin makanan atau minuman tertentu. Hal ini terjadi pada bulan-bulan pertama.
  • Sinkope (pingsan) – Adanya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) sehingga menyebabkan iskemik susunan saraf pusat.
  • Pigmentasi kulit – Pengaruh hormon kortikosteroid plasenta, sering dijumpai pada muka (chloasma gravidarum), dinding perut (striae gravidarum = suatu perubahan warna seperti jaringan parut), leher dan sekitar payudara (hiperpigmentasi areola mamae, puting susu menonjol, kelenjar montgomery menonjol, pembuluh darah menifes).
  • Epulis – Hipertropi papilla ginggivae (gusi berdarah).
  • Varises – Pemekaran vena-vena, dapat terjadi pada kaki, betis dan vulva. Biasanya dijumpai pada triwulan akhir.

Tanda Tidak Pasti Hamil

  • Perut membesar
  • Uterus membesar, sesuai dengan umur kehamilan.
  • Tanda Chadwicks, mukosa vagina berwarna kebiruan karena hipervaskularisasi hormon estrogen.
  • Discharge, lebih banyak dirasakan wanita hamil. Ini pengaruh hormon estrogen dan progesteron.
  • Tanda Goodell, portio teraba melunak.
  • Tanda Hegar, isthmus uteri teraba lebih panjang dan lunak.
  • Tanda Piscaseck, pembesaran dan pelunakan pada tempat implantasi. Biasannya ditemukan saat umur 10 minggu.
  • Teraba ballotement (tanda ada benda mengapung/ melayang dalam cairan), pada umur 16-20 minggu.
  • Kontraksi Braxton Hicks, kontraksi uterus (perut terasa kencang) tetapi tidak disertai rasa nyeri.
  • Reaksi kehamilan positif

Tanda Pasti Hamil

  • Adanya gerakan janin yang dapat dilihat, dirasakan dan diraba serta ditemukan bagian-bagian janin.
  • Terdengar denyut jantung janin secara auskultasi – Dapat didengar dengan stetoscop monoculer laenec, doppler, alat kardiotograf dan dilihat pada USG.
  • Terlihat tulang-tulang janin pada foto rontgen – rongten sudah tidak disarankan.

Differential Diagnosa Kehamilan

  1. Pseudosiesis – Terdapat amenorea, perut membesar, uterus sebesar biasa, tanda kehamilan negatif.
  2. Mioma uteri – Perut membesar, rahim membesar teraba padat kadang berbenjol-benjol, tanda kehamilan negatif, perdarahan banyak saat menstruasi.
  3. Kistoma ovarii – Mungkin ada menopause, perut membesar tapi pada periksa dalam uterus sebesar biasa, tanda kehamilan negatif, lamanya pembesaran perut dapat melampaui umur kehamilan.
  4. Retensio urine – Uterus sebesar biasa, tanda kehamilan dan reaksi kehamilan negatif.
  5. Menopause – Terdapat amenorea, umur wanita kira-kira diatas 43 tahun, uterus sebesar biasa, tanda dan reaksi kehamilan negatif.
  6. Hematometra – Terdapat amenorea yang dapat melampaui umur kehamilan, perut terasa sakit setiap bulan, terjadi penumpukan darah dalam rahim, reaksi kehamilan negatif. Hal ini disebabkan oleh himen imperforata.
Tabel Perbandingan Antara Primipara Dan Multipara
BagianPrimiparaMultipara
PerutTegangLonggar, terdapat striae
PusatMenonjolDapat datar
RahimTegangAgak lunak
PayudaraTegang, tegakMenggantung, agak lunak, terdapat striae
LabiaBersatuAgak terbuka
HimenKoyak beberapa tempatKarankula himenalis
VaginaSempit dengan rugae utuhLebar, rugae berkurang
ServiksLicin, lunak, tertutupSedikit terbuka, teraba bekas robekan persalinan
PembukaanMendatar lalu membukaMembuka dan mendatar
PerineumMasih utuhBekas luka episiotomi

Referensi

Manuaba, IBG, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, Dan Keluarga Berencana Untuk Bidan. EGC. Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri Jilid 1. EGC. Jakarta.
Pusdiknakes, 2001. Buku 2 Asuhan Antenatal.
Sarwono, 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.
Scott, J. 2002. Buku Saku Obstetri Ginekologi. Jakarta: Widya Medika.
Image, myfertilitycare.com

Kata Kunci

ballotement, tanda pasti hamil, diagnosa kehamilan, ballotement adalah, tanda pasti kehamilan, diagnosis kehamilan, Ballotemen, pengertian ballotement, tanda mungkin hamil, menentukan diagnosa kehamilan, pemeriksaan diagnostik kehamilan, mendiagnosa kehamilan, tanda tidak pasti hamil, menentukan diagnosa, apa itu ballotement, balotement, diagnosa ibu hamil, menetapkan normalitas kehamilan, tanda hegar, pengertian ballotement pada kehamilan, tanda goodell, menentukan normalitas kehamilan, tanda mungkin kehamilan, menentukan diagnosa menetapkan normalitas kehamilan, menentukan diagnosa normalitas kehamilan.

Askeb I (Kehamilan)
© LUSA.web.id   |   Share :  
lusa

About the author

Pengajar dan pendidik aktif di perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta. Selain itu, juga seorang praktisi kesehatan di Yogyakarta. Menghabiskan waktu luang berkumpul bersama keluarga (suami & anak) serta menulis di lusa.web.id.

15 Responses to “Diagnosis Kehamilan”

  1. rahma says:

    ijin copy mbak buat tugas blog

  2. Windi Wardani says:

    Inspiratif, oey… :)

  3. resna says:

    ijin ngmbil ilmunya ya bu untuk nambah pengetahuan dan pemahaman syukron!!:)

  4. wulan says:

    Mbk hasil USG.q 11 mnggu kok msih blum klhatan y cm ada kntongan sj_ apa itu hal normal__ bayi usia brp biasanya di USG sdh tampak y.
    Mkc mbk tlg dijwb.,

    • lusa says:

      Dear mbak Wulan..

      Memasuki bulan ke 3 atau minggu ke 12, fetus menjadi janin. Panjang janin 7-9 cm, tinggi rahim di atas simpisis (tulang kemaluan), denyut jantung terlihat pada USG.
      Pada bulan ini mulai ada gerakan, pusat tulang, kuku, dan ginjal mulai memproduksi urin.

      Baca artikel tentang http://www.lusa.web.id/pertumbuhan-janin-dalam-kandungan/

      Jikalau, pada minggu ke 11 masih belum kelihatan atau cuma kantong saja, evaluasi 2 minggu lagi.
      Langkah yang dapat dilakukan antara lain: cek ulang reaksi kehamilan/ tes kehamilan; pemantauan tinggi rahim, waspadai tanda/ gejala lain seperti perdarahan bercak.
      Kasus di atas perlu dicurigai terjadinya BLIGHTED OVUM atau janin tidak berkembang..

      Ikhtiar dan doa… Apapun yang terjadi adalah kehendak Nya…

  5. novita ita says:

    izin copy materinya ya,,
    buat tugas kuliahhh nee,,,,,,,,,,,,,

  6. ame says:

    mbak kalo diagnosis kehamilan ttg normalitas kehamilan,

  7. dina says:

    mb, sy menikah 9 th, blm py momongan. pernah inseminasi, tp gagal, kt dr nya sdh ada pembuahan tp tdk mau menempel di rahim. kira2 apa yg menyebabkan tdk mau menempel mb?

  8. arin says:

    izin copy bu.

  9. Fenny says:

    mbak mau tanya, saya telah proram Bayi Tabung di usia 14 hari setelah ET (embrio transfer) saya melakukan test darah kehamilan pada klinik pro*** dan mendapatkan hasil
    1.Progesteron : 87.61 ng/mL
    2.BHC-G# : 35.54 mIU/mL
    Pertanyaan saya adalah, Apakah saya hamil ?
    mohon dibantu jawabannya
    trims

  10. ardina says:

    Maaf mb’…
    Itu tidak terbalik tanda mungkin hamil sama tidak pasti hamil? Tolong dikonfirmasi ya mb’… terima ksih…

Leave a Reply