Home > Askeb I (Kehamilan) > Deteksi Dini Komplikasi Ibu dan Janin

Deteksi Dini Komplikasi Ibu dan Janin

Sep 02, 2009 15 Comments by

Selama pemeriksaan antenatal, bidan akan memberitahu pasien jika ia mengalami tanda-tanda bahaya dan akan mendeteksinya. Hal ini, penting bagi bidan untuk memeriksa tanda-tanda bahaya yang kemungkinan akan dialami ibu dan janin.

Deteksi dini komplikasi ibu dan janin meliputi :

  1. Tanda-tanda dini bahaya/ komplikasi ibu dan janin masa kehamilan muda
  2. Tanda-tanda dini bahaya/ komplikasi ibu dan janin masa kehamilan lanjut

Tanda-tanda dini bahaya/ komplikasi ibu dan janin masa kehamilan muda
Perdarahan pervaginam

  1. Abortus
  2. Kehamilan Mola
  3. Kehamilan Ektopik

Abortus
Abortus adalah berakhirnya kehamilan oleh akibat-akibat tertentu pada atau sebelum kehamilan 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu hidup diluar kandungan.

Tabel 1. Tanda dan Penanganan Abortus Sesuai Jenisnya

Jenis AbortusTandaPenanganan
IminenFlek (darah coklat)Bed rest total
InsipienOstium terbuka, darah +, nyeriDilatasi & kuterase
InkomplitDarah -/+, nyeri, sebagian konsepsi keluarDigital, uterotonika & antibiotika
KomplitHasil konsepsi keluarUterotoni

Kehamilan Mola
Suatu kehamilan dimana setelah fertilisasi, hasil konsepsi tidak berkembang menjadi embrio tetapi terjadi proliferasi dari vili korealis disertai dengan degenerasi hidropik. Tandanya adanya perdarahan, besar uterus tidak sesuai umur kehamilan, tidak ada tanda pasti hamil, keluar jaringan mola, kadar HCG positif, muka dan badan pucat kekuningan dan saat USG ada gambaran seperti badai salju. Penanganannya adalah evakuasi mola secepatnya dan periksa ulang secara teratur.

Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik adalah kehamilan dimana setelah fertilisasi implantasi terjadi di luar endometrium kavum uteri, seperti di ovarium, serviks dan tuba fallopi.
Tanda dan gejalanya adalah HCG positif, amenorea, perdarahan vagina, nyeri abdomen bagian bawah, pucat/ anemi, kesadaran menurun dan lemah, syok hipovolemik, nyeri goyang porsio dan perut kembung. Penanganannya dilakukan stabilisasi dengan merestorasi cairan tubuh dengan larutan kristaloid dan tindakan operatif.

Hipertensi gravidarum
Hipertensi dalam kehamilan berarti bahwa wanita telah menderita hipertensi sebelum hamil atau disebut pre eklamsia tidak murni. Hipertensi dalam kehamilan sering dijumpai dalam klinis, yang terpenting adalah menegakkan diagnosis seawal mungkin.
Tabel 2. Klasifikasi Hipertensi Menurut JNC VII (2003)

KlasifikasiSistolikDiastolik
Normal< 120< 180
Pre hipertensi120 – 13980 – 89
Hipertensi stadium I140 – 15990 – 99
Hipertensi stadium II>= 160>= 10

Definisi hipertensi dalam kehamilan menurut WHO :

  • Tekanan sistol ? 140 atau tekanan diastol ? 90 mmHg.
  • Kenaikan tekanan sistolik ? 15 mmHg dibandingkan tekanan darah sebelum hamil atau pada trimester pertama kehamilan.

Klasifikasi

Penatalaksanaan hipertensi dalam kehamilan dengan memberikan obat anti hipertensi antara lain Methyldopa, Labetalol, Nifedipin SR dan Hydralazine.

Nyeri perut bagian bawah
Nyeri perut/ abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah normal. Nyeri abomen yang menunjukkan masalah yang mengancam jiwa adalah yang hebat, menetap, dan tidak hilang meskipun telah istirahat. Hal ini bisa terjadi pada apendisitis, kehamilan ektopik, abortus, penyakit radang pelvik, persalinan preterm, gastritis, penyakit kantong empedu, solusio plasenta, infeksi saluran kemih atau infeksi lain.

Tanda-tanda dini bahaya/ komplikasi ibu dan janin masa kehamilan lanjut
Perdarahan per vaginam
Perdarahan per vaginam pada kehamilan lanjut terjadi setelah kehamilan 28 minggu. Perdarahan antepartum dapat berasal dari kelainan plasenta (plasenta previa, solusio plasenta atau perdarahan yang belum jelas sebabnya) dan bukan dari kelainan plasenta (erosi, polip, varises yang pecah).

Plasenta Previa
Adalah keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi ostium uteri internal. Tanda dan gejalanya adalah perdarahan tanpa nyeri atau perdarahan dengan awitan mendadak. Penanganannya adalah dengan terapi pasif yaitu jangan melakukan periksa dalam, lakukan USG, evaluasi kesejahteraan janin, rawat inap/ tirah baring atau terapi aktif  dengan mengakhiri kehamilan

Gerakan janin berkurang
Gerakan janin berkurang bisa disebabkan oleh aktifitas ibu yang berlebihan sehingga gerak janin tidak dirasakan, kematian janin, perut tegang akibat kontraksi berlebihan ataupun kepala sudah masuk panggul pada kehamilan aterm.

Kematian janin
Merupakan komplikasi kehamilan yang berat.
Penyebab umum : abnormalitas kromosom, malformasi kongenital. Infeksi, penyebab imunologi dan komplikasi penyakit maternal.
Temukan pada saat pengkajian : gerakan janin menghilang, DJJ tidak terdengar, keluar flek disertai nyeri, kontraksi uterus dan penipisan serviks, janin lahir mati dan kurus. Penanganan : akhiri kehamilan dengan induksi bila tidak terjadi persalinan spontan.

Referensi
Manuaba, IBG, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana Untuk Bidan. EGC. Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri Jilid 1. EGC. Jakarta.
Pusdiknakes, 2001. Buku 2 Asuhan Antenatal.
Sarwono, 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.
Scott, J. 2002. Buku Saku Obstetri Ginekologi. Jakarta: Widya Medika.

Kata Kunci

deteksi dini komplikasi masa nifas, gerakan janin berkurang, deteksi dini komplikasi masa nifas dan penanganannya, cara deteksi dini komplikasi pada masa nifas dan penanganannya, asuhan kebidanan pada ibu hamil normal, deteksi dini kehamilan, deteksi dini, deteksi dini komplikasi pada ibu masa nifas, cara deteksi dini komplikasi pada nifas dan penanganannya, komplikasi masa nifas dan penanganannya, deteksi dini komplikasi pada masa nifas dan penanganannya, penyebab gerakan janin berkurang, penatalaksanaan hipertensi dalam kehamilan, askep ibu hamil normal, asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan hipertensi, Deteksi dini penyulit persalinan, deteksi dini komplikasi dalam kehamilan, definisi hipertensi dalam kehamilan, etiologi hipertensi dalam kehamilan, tanda-tanda dini bahaya dan komplikasi ibu dan janin masa kehamilan muda, deteksi dini komplikasi persalinan, pengertian hipertensi dalam kehamilan, mendeteksi gerakan janin, deteksi dini komplikasi kehamilan, gerakan bayi berkurang.

Askeb I (Kehamilan)

About the author

Pengajar dan pendidik aktif di perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta. Selain itu, juga seorang praktisi kesehatan di Yogyakarta. Menghabiskan waktu luang berkumpul bersama keluarga (suami & anak) serta menulis di lusa.web.id.

15 Responses to “Deteksi Dini Komplikasi Ibu dan Janin”

  1. lily says:

    wah………..
    bgus banget teorix,
    bs g jelasin ttg erosi porsio dan retensio plasenta yg lengkap,
    q bingung nih…
    pndptx brbeda2…….
    tolong ya
    mkcih….

    • lusa says:

      @lily :

      Insya Allah.. akan kami bantu semampunya untuk membuat tuliasan tentang kedua artikel tersebut..

      Ditunggu postingannya ajah yah.. :)

  2. pipit says:

    mau tanya dung tentang deteksi dini masa nifas 6 jam…

  3. nissa says:

    syukron ya berkat artikel ni tgs ane slesai jg

  4. desy says:

    bsa ga mnculin artikel yg khusus membhs tntng perdarahan pervaginam N hipertensi gravidarum pd ibu dan janin masa kehamilan lanjut,,,,,,

  5. reni says:

    tolong ditampilkan materi tentang hipertensi gestasional, mulai dari definisi, tanda gejala, faktor resiko, etiologi, dan penatalaksanaannya.makasih

  6. nana says:

    ap za yu’ yang m’yangkut deteksi dini komplikasi persalinan

  7. dr agus lukito says:

    Thanks banget mbak

  8. @ vie says:

    tolong dunk jelasin se jelas-jelasnya tentang penyakit trombo embolic dan sepsis puerperal

  9. Zeilet Ar says:

    mba, ad tdak materi sakit kepala yang hebat pada tanda-tanda bahaya pada masa kehamilan lanjut
    kehamilan lanjut…

  10. meldayetti says:

    dosen …pintar

  11. meldayetti says:

    trima kasih ibuk lusa……

Leave a Reply