Home > Askeb III (Nifas) > Abses Payudara

Abses Payudara

December 2nd, 2009 lusa Leave a comment Go to comments

Abses payudara berbeda dengan mastitis. Abses payudara terjadi apabila mastitis tidak tertangani dengan baik, sehingga memperberat infeksi.

Gejala

  1. Sakit pada payudara ibu tampak lebih parah.
  2. Payudara lebih mengkilap dan berwarna merah.
  3. Benjolan terasa lunak karena berisi nanah.

Penanganan

  1. Teknik menyusui yang benar.
  2. Kompres payudara dengan air hangat dan air dingin secara bergantian.
  3. Meskipun dalam keadaan mastitis, harus sering menyusui bayinya.
  4. Mulailah menyusui pada payudara yang sehat.
  5. Hentikan menyusui pada payudara yang mengalami abses, tetapi ASI harus tetap dikeluarkan.
  6. Apabila abses bertambah parah dan mengeluarkan nanah, berikan antibiotik.
  7. Rujuk apabila keadaan tidak membaik.

Abses PayudaraGambar. Abses payudara

Referensi
library.usu.ac.id/download/fk/obstetri-daulat.pdf Sibuea, D. 2003. Problema Ibu Menyusui Bayi. Diunduh 17 November 2009 – 08: 13 PM.
Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika. (hlm: 109-110)
Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 56-57).

Bookmark and Share
Tulisan Sejenis :
  1. Mastitis
  2. Payudara Bengkak (Engorgement)
  3. Anatomi dan Fisiologi Payudara
  4. Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Tanda-Tanda Vital
  5. Puting Susu Lecet (Abraded and or cracked nipple)
  6. Saluran Susu Tersumbat (Obstructed Duct)
  7. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
  8. Kanker Payudara (Ca Mammae)
  9. Masalah Menyusui Masa Pasca Persalinan Lanjut
  10. Masalah Menyusui Masa Antenatal
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.